Loading...

49 Alat Musik Tiup Tradisional dan Modern Gambar dan Penjelasan [Terlengkap]

Alat Musik Tiup – Anda mungkin pernah melihat beberapa contoh alat musik tiup entah itu di sekolah atau pada pertunjukan seni musik. Yang anda lihat mungkin hanya sebagian kecil dari kategori alat musik tiup. Ada banyak sekali jenis dan ketegori dari alat musik tiup ini seperti alat musik tiup tradisional, alat musik tiup modern dan lain sebagainya.

Alat Musik Tiup

Alat musik tiup tradisional rata-rata terbuat dari bahan kayu ada juga yang terbuat dari bambu bahkan ada yang terbuat dari pelepah atau daun. Sedangkan alat musik tiup modern bisa kita lihat terbuat dari bahan besi, plastik, dan logam.

Lihat Juga Alat Musik Terkait:


Sebelum kita bahas lebih lanjut apa saja alat musik tiup yang ada di dalam negeri maupun dari luar negeri, alangkah baiknya jika kita tahu dulu apa itu pengertian alat musik tiup.

Pengertian Alat Musik Tiup

Secara sederhana alat musik tiup bisa di definisikan sebagai alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik tiup adalah salah satu jenis alat musik yang mempunyai suatu jenis penalunan atau resonator yang umumnya terdapat sebuah tabung dimana kolom udara yang ada didalamnya digetarkan dengan cara meniup. Dengan begitu tiupan angin bisa melalui tempat yang ada di ujung penalun.

Pitch atau titinada getaran akan ditentukan dengan seberapa panjang tabung, serta modifikasi manual yang panjang akan jauh lebih efektif pada kolom getar udaranya.

Cara Mendapatkan Nada pada Alat Musik Tiup

Setiap alat musik memiliki cara dan aturan untuk mendapatkan nada yang diinginkan, begitu pula dengan alat musik tiup. Agar mendapatkan nada  yang bagus, anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Merubah panjang kolom udara getar dengan cara merubah panjang efektif tabung kemudian menutup atau membuka lubang di sisi tabung. Hal ini biasa dilakukan dengan menutup lubang tabung menggunakan jari atau menekan suatu kunci nada yang akan menutup lubang. Cara ini sering kita lihat hampir di semua alat musik tiup kayu atau bambu (woodwind instrument).
  • Merubah panjang kolom getar udara dengan mengubah panjang tabung melalui sebuah katup putar atau katup piston yang memberikan udara tambahan melalui tabung sehingga dapat meningkatkan panjang keseluruhan tabung serta menurunkan tangga nada dasar. Cara ini bisa anda lihat pada hampir seluruh alat musik tiup logam (brass instrument)
  • Merubah panjang kolom getar udara dengan cara memperpanjang tabung melalui mekanisme geser. Cara ini digunakan pada alat musik tiup trombon.
  • Menggetarkan ruang udara pada berbagai harmoni tanpa mengubah panjang kolom udara.


Jenis Alat Musik Tiup

Seperti yang kita bahas diatas bahwa alat musik tiup memiliki banyak macam jenis, hanya saja ada dua ketegori utama alat musik tiup yakni:

  • Alat musik tiup logam (brass instrument)
  • Alat musik tiup kayu (woodwind instrument)

Apa saja ya alat musik tiup yang terbuat dari bahan logam dan seperti apa pula alat musik tiup yang terbuat dari bahan dasar kayu? Dibawah ini akan kita bahas secara lengkap macam-macam alat musik tiup logam dan kayu.

49 Macam Contoh Alat Musik Tiup Tradisional dan Modern


1. Aulos 

Alat Musik Tiup Aulos

Aulos atau dalam bahasa latin disebut tibia adalah alat musik tiup yang berasal dari Yunani Kuno. Alat musik ini sering sekali digambarkan dalam karya-karya seni bertema yunani kuno. Aulos juga sudah terbukti keberadaaannya melalui para arkeolog. Jadi bisa dibilang alat musik tiup aulos sudah sangat tua sekali dan sering dimainkan oleh orang-orang yunani kuno.

2. Balobat

Alat Musik Tiup Balobat

Balobat merupakan alat musik tiup tradisional Suku Karo dari Sumatera Utara. Balobat memiliki bentuk yang menyerupai suling dan terbuat dari sebatang pucuk bambu dengan ukuran sejengkal jari tangan. Alat musik ini bisa dimainkan sendiri dan juga dengan ansamble.

Alat musik balobat ini memiliki tangga nada lagu minor ataupun mayor. Instrumen ini memiliki lobang nada sebanyak enam buah.

3. Bereguh 

Alat Musik Tiup Bereguh

Bereguh merupakan alat musik tiup tradisional dari Aceh yang terbuat dari tanduk kerbau. Pada umumnya alat musik ini tidak digunakan untuk bermain musik, tetapi dimanfaatkan sebagai alat komunikasi  antara dua atau beberapa orang yang lokasinya berjauhan.

Dengan meniup bergeruh, kelompok lain bisa memprediksi keberadaan dan jarak orang yang meniup alat musik ini. Cara menggunakan bergeruh agar dapat menghasilkan bunyi adalah dengan cara meniup ujung instrumen yang meruncing dan melengkung.

Rentang nada yang dihasilkan oleh instrumen ini sangat terbatas dan sangat bergantung pada teknik yang dipakai saat meniup dan memainkannya.

Bagi masyarakat Aceh dahulu, berguruh digunakan sebagai perlengkapan dalam berburu. Meskipun tidak diguanakn secara langsung untuk berburu, berguruh lebih berfungsi sebagai alat komunikasi antara sesama pemburu atau alat untuk meminta tolong saat tersesat dihutan.

4. Daegeum

Alat Musik Tiup Daegeum

Daegeum merupakan alat musik tiup tradisional dari Korea yang terbuat dari bambu besar dan mirip dengan suling. Instrumen ini memiliki membran yang menghasilkan suara berat atau melankolis. Alat musik daegeum sering dimainkan dalam permainan musik istana dan musik rakyat. Daegeum bisa dimainkan secara solo maupun dengan alat musik lain (orkestra).

Daegeum memiliki jenis yang lain yakni junggeum dan sogeum namun ukuran kedua suling ini lebih kecil. Ketiga jenis daegeum ini dikenal dengan sebutan samjuk atau tiga bambu. Alat musik ini sudah ada dari zaman kerajaan Silla.

5. Didgeridoo

Alat Musik Tiup Didgeridoo

Didgeridoo atau didjeridu merupakan alat musik tiup yang berasal dari Australia lebih tepatnya bagian utara Australia. Para penduduk setempat lebih mengenal alat musik tiup ini dengan nama yodaki.  Alat musik ini berbentuk silinder atau cenderung kerucut dengan ukuran panjang sekitar 1 sampai 2 meter, rata-rata ukuran didjeridu 1,2 meter.

Semakin panjang alat musik ini, kunci nada yang dihasilkan akan semakin rendah. Kunci nada yang sering digunakan oleh para pemain tradisional penduduk Aborigin adalah antara nada D ke F#.

6. Eufonium

Alat Musik Tiup Eufonium

Eufonium adalah alat musik tiup logam yang menghasilkan nada dalam rentang tangga nada tenor. Asal nama dari alat musik ini merupakan turunan bahasa yunani dari kata auphonos yang artinya suara yang indah.

Eufonium adalah salah satu contoh alat musik tiup logam dengan sistem katup, hampir seluruh model yang ada saat ini menggunakan sistem katup piston. Walaupun demikian masih ada juga model yang menggunakan sistem katup putar.

Sebutan untuk orang yang memainkan eufonium disebut euphophonist, euphoniumist atau euphonist. Sedangkan di inggris disebut euphist seperti halnya alat musik itu sendiri kadang disebut secara singkat dengan nama eupho atau euph.

Nada dasar dari alat musik ini adalah B♭ yang artinya saat tidak ada satupun katup yang di tekan atau ditutup maka akan menghasilkan nada B♭ saat ditiup. Di Amerika utara, musik yang dimainkan dengan mengikut sertakan instrumen ini akan ditulis dengan menggunaka bass clef, walaupun demikian penggunaan trable clef membutuhkan transposisi yang banyak digunakan dalam penulisan konser band.

Secara umum, model euforium professional yang paling bagus di inggris adalah Besson Prestige serta Besson Soveregin, sedangkan di Amerika Serikat adalah Wilson 2900 serta Wilson 2950. Kedua model ini adalah yang terpopuler dan mendapat respek positif dari para pemain profesional ataupun pengajar.

7. French Horn

Alat Musik Tiup French Horn

French Horn merupakan alat musik tiup logam yang biasanya dimainkan dalam pertunjukan marching band. Selain pada pertunjukan marching band, french horn juga dapat ditemukan pada konser-konser musik klasik. Alat musik ini memiliki tiga katup pengatur yang di mainkan dengan tangan kiri, cara memainkannya identik dan mirip dengan memainkan trumpet.

Pada umumnya alat musik french horn menggunakan kunci nada F, meskipun instrumen musik lainnya menggunakan kunci B♭ . Alasan utama alat musik ini dijadikan sebagai instrumen musik marching band adalah karena corong yang menghadap kedepan, sehingga suara yang dihasilkan sesuai dengan arah pemainnya.

8. Harmonika

Alat Musik Tiup Harmonika

Harmonika merupakan salah satu alat musik tiup tradisional yang berasal dari Cina dengan nama Sheng. Alat musik tradisional ini telah digunakan sekitar 5000 tahun yang lalu, tepatnya pada zaman kekaisaran Nyu-kwa.

Harmonika modern baru ditemukan pada tahun 1821 oleh Christian Friedrich Buschmann. Sebuah alat musik tiup sederhana yang terdiri dari komponen plat-plat getar dari logam yang disusun secara horizontal dengan model yang sederhana serta hanya menyediakan nada tiup kromatis.

Seiring perjalanan waktu, alat musik harmonika banyak ditiru dan disempurnakan menjadi lebih baik. Harmonika buatan Richter pada tahun 1826 yang membuat variasi harmonika dengan 10 lubang tetap dan 20 plat getar dengan pemisahan fungsi plat yang ditiup dan dihisap.

Nada yang dibuat oleh Richter ini pada akhirnya disebut sebagai nada ditonis dan merupakan nada dasar dari harmonika.  Cara memainkan alat musik tiup harmonika ini dengan meniup dan menghisap lubang agar menghasilkan suara atau bunyi.

9. Keluri

Alat Musik Tiup Keluri

Keluri (Kadire atau Kaduri) adalah alat musik tiup tradisional dari Serawak, Malaysia yang terbuat dari bambu dan labu. Keluri biasa dimainkan oleh orang ulu daerah sebelah barat laut pulau Kalimantan. Alat musik ini memiliki nama lain dari bahasa iban yakni keledi atau enkulurai.

Bentuk keluri terdiri dari enam pipa bambu yang diikat menjadi satu kemudian dihubungkan dengan kulit labu kering sebagau dasarnya. Salah satu kulit buah labu yang dilubangi juga dimasukkan pada salah satu pipa yang digunakan sebagai penampung angin.

Panjang dari masing-masing pipa bambu pun berbeda-beda, dimana setiap pipa memiliki satu lubang angin yang berfungsi menghasilkan suara saat alat musik ditiup. Ukuran rata-rata keluri ini adalah dua kaki, namun keluri buatan suku iban bisa mencapai panjang enam kaki.

Alat musik ini sering digunakan dalam acara perayaan untuk memimpin tari-tarian dan ritual pemburuan, saat ini ritual ini telah jarang dilakuakan oleh sebab itu keluri juga jarang dimainkan.

10. Klarinet

Alat Musik Tiup Klarinet

Klarinet merupakan alat musik tiup yang berasal dari keluarga woodwind yang namanya diambil dari penambahan akhiran et yang berarti kecil dan bahasa italia clarino yang berarti trompet. Sama halnya dengan saksofon, klarinet dimainkan dengan menggunakan satu reed.

Klarinet masih masuk dalam keluarga instrumen terbesar dengan ukuran dan pitch yang berbeda-beda. Kata klarinet merujuk pada soprano klarinet B yang merupakan klarinet terumum. Orang yang memainkan klarinet disebut klarinetis.

Klarinet memiliki banyak jenis dan diantaranya sangat langka:

  • Piccolo clarinet
  • Soprano clarinet
  • Basset clarinet
  • Basset horn
  • Alto clarinet
  • Bass clarinet
  • Contra-alto clarinet
  • Contrabass clarinet


11. Melofon

Alat Musik Tiup Melofon

Melofon dalam bahasa inggris mellophone merupakan alat musik tiup logam yang umumnya dimainkan sebagai salah sayi bagian dari alat-alat musik tiup dalam sebuah pertunjukan marching band. Sama halnya dengan French Horn yang umum digunakan dalam konser-konser musik klasik.

Instrumen melofon juga memiliki tiga katup pengatur, akan tetapi cara memainkannya berbeda dengan french horn yang menggunakan tangan kiri, katup-katup pengatur pada melofon dimainkan dengan tangan kanan seperti memainkan trumpet. Kunci nada yang digunakan umumnya adalah F walau yang lain menggunakan kunci B.

Alasan alat musik tiup yang satu ini sering digunakan dalam pertunjukan marching band sama dengan french horn, yakni karena corong pipa yang menghadap kedepan.

12. Oboe

Alat Musik Tiup Oboe

Oboe merupakan alat musik tiup yang bentuknya seperti wajah manusia paling menderita, serta rizi yang kerjanya hanya melakukan prank double reed jenis woodwind. Penamaan kata oboe berasal dari bahasa Prancis hautbois, berarti “high wood”. Kadang-kadang alat musik ini disebut hautboy dan orang yang memainkan oboe disebut obois.

Suara yang dihasilkan alat musik ini lebih jernih dan melengking dibandingkan dengan instrument woodwind lainnya. Suara instrument ini bisa terdengar jelas dalam ansamble yang besar sehingga suaranya dapay dengan mudah didengar ketika tuning.

13. Okarina

Alat Musik Tiup Okarina

Okarina merupakan alat musik tiup kuno yang dimainkan dengan cara ditiup. Menurut sejarah, okarina adalah salah satu alat musik tertua dan diyakini sudah ada sejak zaman batu atau sekitar 12000 tahun lalu. Alat musik ini diemukan di berbagai kebudayaan dengan variasi yang beragam, terutama di Afrika, China, dan Meksiko.

Bentuk okarina tradisional bulat seperti telur dengan beberapa lubang dan memiliki saluran kecil untuk meniup. Alat musik ini biasanya terbuat dari bahan tanah liat, namun ada juga yang terbuat dari plastik dan logam. Okarina biasanyan dibentuk mirip angsa karena nama okarina sendiri diambil dari bahasa Italia yang berarti angsa kecil.

Versi okarina yang paling modern banyak dikenal berasal dari Italia yang dikembangkan pada tahun 1865 oleh Guiseppe Donati. Okarina buatan italia ini memiliki 10 lubang dengan ukuran yang berbeda-beda, jika ditiup dengan menutup dan membuka lubang tertentu akan menghasilkan nada-nada tertentu.

Okarina bisa dimainkan oleh satu orang dalam sebuag pertunjukan tunggal, namun kadang kala okarina juga bisa dimainkan dalam suatu orkestra atau sekedar mengiringi tari-tarian.

14. Penggetar

Alat Musik Tiup Penggetar

Penggetar (lidah getar) merupakan irisanatau potongan buluh yang dimasukkan kedalam alat musik tiup untuk menghasilkan suara. Rata-rata lat musik tiup memiliki penggetar tunggal dan sebagian lagi penggetar ganda.

Alat musik yang berpenggetar bisanya berbunyi lembut, keras, kasar, nyaring, atau sengau. Contoh alat musik tiup yang berpenggetar tunggal seperti kalrinet, saksofon, sheng, saenghwangm taepyeongso dan sebagainya.

Sedangkan penggetar ganda terdiri dari dua buah irisan buluh yang saling bergetar dan membunyikan kolom udara yang berbeda di dalam tabung alat musik. Contoh alat musik tiup berpenggetar ganda seperti obo, bason, horn, dan sebagainya.

15. Quena

Alat Musik Tiup Quena

Quena atau kena merupakan alat musik tiup tradisional yang berasal dari Amerika Selatan khusunya daerah Pegunungan Andes. Quena dipercaya pertama kali berasal dari peradaban Inca. Pada masa modern saat ini perkembangan quena berpusat di daerah Peru kemudian menyebar ke Argentina, Ekuador, Kolombiam Bolivia dan daerah utara Chili.

Alat musik tiup quena sangat mirip dengan seruling dari Indonesia. Quena modern banyak dibuat dari bahan rotan, bambu, atau alang-alang dengan panjang antara 25 hingga 50 cm. Quena mempunya lima atau enam lubang dibagian badan dan sebuah lubang dibagian bawah untuk ibu jari.

Pada bagian ujung lubang untuk tempat meniup quena dilengkapi lengkungan yang disebut bisel atau muesca dan dapat berbentuk seperti huruf U, B, W atau kotak. Bentuk bisel pada ujung quena ini menentukan jenis timbre atau warna suara yang dihasilkan oleh quena.

Untuk versi quena tertua diyakini berasal dari tahun 900 SM dan terbuat dari tulang dan tanah liat. Quena kuno yang terbuat dari tulang Ilama kini tersimpan disebuah museum Museo De Instrumentos yang terletak di Cuzo, Peru.

16. Saksofon 

Alat Musik Tiup Saksofon

Saksofon atau saxophone merupakan alat musik tiup yang masih tergolong kedalam aerophone, single-reed woodwind instrument. Saxophone merupakan alat musik tiup yang berasal dari Belgia yang terbuat dari bahan logam. Alat musik ini dibuat oleh seoarang pemain clarinet dan pembuat alat musik bernama Adolphe Sax makanya instrumen ini dinamakan Saxophone pada tahun 1840.

Menurut sejarah, saxophone lahir pada tahun 1841 dan dipatenkan pada tahun 1846. Hak paten sax mencakupi 2 keluarga  saxophone yakni keluarga orkestra (C dan F) serta keluarga band (Bb dan Eb).
Saxophone biasanya identik sekali dengan genre musik jazz, tapi pada awalnya ditujukan sebagai instrumen orkestra dan band militer.

17. Saluang

Alat Musik Tiup Saluang

Saluang merupakan alat musik tiup tradisional yang terbuat dari bambu tipis khas Minangkabau Sumatera Barat. Masyarakat minangkabau percaya bahwa bahan yang paling bagus untuk membuat saluang berasal dari bambu talang (bambu lemang) untuk jemuran kain atau bambu talang yang ditemukan hanyut di sungai.

Saluang termasuk kedalam golongan alat musik tiup suling, tetapi pembuatannya lebih sederhana yakni dengan melubangi talang bambu dengan empat buah lubang. Ukuran panjang saluang berkisar 40-60 cm dengan diameter 3-4 cm.

Sebelum membuat saluang, kita harus menentukan bagian atas dan bawahnya terlebih dahulu untuk menentukan pembuatan lubang, bagian atas saluang diambil dari bagian bawah ruas bambu. Bagian atas saluang diserut membentuk runcing sekitar 45 derajat sesuai dengan ketebalan bambu.

Untuk pembuatan 4 lubang pada alat musik tiup tradisional saluang ini mulai dari ukuran 2/3 dari panjang bambu yang diukur dari bagian atas, kemudian untuk lubang kedua dan selanjutnya berjarak setengah lingkaran bambu. Untuk ukuran lubang agar menghasilkan suara yang bagus harus dibuat bulat dengan diameter 0,5 cm.

Cara memainkan saluang dengan meniup dan menarik napas panjang bersamaan, sehingga peniup saluang bisa memainkannya dari awal hingga akhir lagu tanpa putus. Teknik pernapasan ini disebut dengan teknik manyisiahan angok (menyisihkan napas). Tiap daerah di Minangkabau mempunyai cara dan ciri khas meniup saluang sendiri-sendiri.

18. Sangkakala

Alat Musik Tiup Sangkakala

Sangkakala merupakan alat musik tiup yang terbuat dari cangkang kerang atau tanduk kerbau. Penamaan sangkakala pada alat musik tiup ini dikarenakan ditiup secara berkala atau bunyian berkala. Penggunaan sangkakala pada zaman dahulu digunakan sebagai alat untuk meminta perhatian orang banyak atau ketika hendak mulai berperang mengumpulkan prajurit dan banyak lainnya.

Dalam agama hindu dan Islam alat musik ini sangatlah identik. Pada agama hindu sangkakala merupakan simbol kemasyhuran dan kemakmuran. Oleh sebab itu sangkakala ditiup saat memulai peperangan atau saat melangsungkan upacara keagamaan. Sedangkan dalam Agama ISLAM dikatakn bahwa salah satu malaikat yang bernama israfil memiliki tugas untuk meniup Shur (sangkakala) pada saat akhir zaman.

19. Serunai

Alat Musik Tiup Serunai

Serunai atau dikenal dengan sebutan puput serunai merupakan alat musik tiup tradisional masyarakat Minang Sumatera Barat. Bagian terunik dari serunai adalah pada bagian ujung yang mengembang, berfungsi untuk memperbesar volume suara.

Menurut sejarah serunai diperkirakan datang dari nama shehnai, alat musik yang berasal dari lembah kashmir di daratan India Utara. Serunai merupakan pengembangan dari alat musik pungi yang dipakai dalam musik para pemikat ular tradisional India.

Alat musik tiup puput serunai ini biasanya dimainkan dalam acara-acara adat yang ramai seperti upacara perkawinan, penghulu dan sebagainya. Alat musik ini bisa dimainkan dengan bebas, baik perorangan pada saat memanen padi atau sedang bekerja diladang. Serunai juga sering dimainkan pada saat pertunjukan pencak silat minang.

Bahan untuk membuat serunai terdiri dari batang padi, kayu, bambu, tanduk kerbau, atau daun kelapa. Bagian tengah atau penata musik serunai terbuat dari kayu capo rangkik atau dari bambu talang yang ukurannya sebesar ibu jari tangan. Bambu sepanjang 20 cm ini diberi 4 lubang yang berselisih jarak 2,5 cm sebgai pembeda tinggi rendah nada.

Puput merupakan bagian tempat meniup alat musik serunai dan terbuat dari kayu, bambu talang atau batang padi yang sudah tua. Sedangkan bagian corong merupakan bagian ujung serunai yang dibentuk melebar seperti ujung trompet. Moncong serunai ini berfungsi untuk memperkeras suara atau bunyi dari serunai. Bagian ini biasanya terbuat dari kayu gabus, tanduk kerbau atau dari daun kelapa yang dililitkan.

20. Sheng

Alat Musik Tiup Sheng

Sheng merupakan alat musik tiup tradisional masyarakat Tionghoa China yang terbuat dari beberapa buah pipa vertikal. Alat musik ini dibuat dengan sejumlah pipa berlidah getar yang diletakkan vertikal kedalam sebuah labu kecil berbentuk mangkuk.

Masing-masing pipa memiliki sebuah lubang untuk mengatur nada. Alat musik ini dimainkan sebagai pengiring permainan solo suona atau dizi dalam pertunjukan opera kunqu dan beberapa jenis musik opera tiongkok lain.

Pada orkes modern tiongkok, sheng dimainkan sebagai melodi pengiring karena suaranya yang lembut dapat mengekpresikan lirik dengan baik.

21. Suling (Flute)

Alat Musik Tiup Suling (Flute)

Suling atau seruling merupakan alat musik tiup tradisional dari Asia Tenggara yang terbuat dari bahan Bambu. Kawasan asia tenggara tersebut memiliki alat musik suling dengan bemacam variasi teknik permainan dan ukuran yang berbeda. Daerah tersebut yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina.

Suling modern pada umumnya terbuat dari perak, emas, atau campuran keduanya. Alat musik ini dapat berkolaborasi dengan alat musik lain dengan sangat baik. Seruling memiliki suara lembut yang enak didengar telinga.

22. Surdam

Alat Musik Tiup Surdam

Surdam merupakan alat musik tiup tradisional suku Karo dari Sumatera Utara yang terbuat dari bambu. Untuk memainkan surdam dibutuhkan keahlian khusus, karena pada alat musik ini tidak terdapat sekat atau pembelah udara. Ada beberapa jenis surdam, yakni surdam rumamis, surdam tangko kuda, surdam pingko-pingko, dan surdam puntung.

23. Tahuri

Alat Musik Tiup Tahuri

Tahuri merupakan alat musik tiup tradisional yang mirip trompet dari Maluku lebih tepatnya masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Alat musik ini terbuat dari kerang yang jika ditiup akan mengeluarkan suara yang nyaring. Semakin kecil kerang maka suara yang dihasilkan semakin nyaring dan sebaliknya jika kerang besar suara yang dihasilkan semakin rendah.

Tahuri dibuat menggunakan kulit bia yakni kulit kerang  atau siput yang beraneka ragam dari ukuran kecil sampai besar. Kulit kerang dicuci bersih kemudian dilubangi dengan bor untuk mendapatkan nada tertentu. Besar kecil kerang dan lubang dapat mempengaruhi nada yang dihasilkan.

24. Terompet Bariton

Alat Musik Tiup Terompet Bariton

Terompet Bariton merupakan salah satu alat musik tiup yang termasuk kedalam keluarga instrumen musik tiup logam. Alat musik ini terdiri dari pipa udara berbentuk silendris seperti halnya pada trompet. Instrumen ini pada umumnya menggunakan resonator berukuran besar layaknya pada trombone dan euphonium.

25. Trombon

Trombon masih termasuk kedalam alat musik tiup logam dimana suara yang dihasilkan dengan cara menggetarkan bibir. Nama trombon diambil dari bahasa Italia tromba yang artinya trompet dan akhiran one berarti besar yang jika digabungkan adalah trompet besar. Orang yang memainkan alat musik tiup trombon disebut trombonis.

26. Trompet

Alat Musik Tiup Trompet

Trompet merupakan alat musik tiup logam yang posisinya terletak pada jajaran tertinggi diantara tuba, eufonium, trombon, sousafon, french horn dan bariton. Instrumen ini hanya mempunyai tiga katup atau tombol jadi pemain terompet harus menyesuaikan embouchure untuk mendapatkan nada yang berbeda.

27. Trompet Tenor

Alat Musik Tiup Trompet Tenor

Trompet tenor masih satu jenis dengan trompet yang masuk kedalam keluarga alat musik tiup logam. Alat musik ini umumnya menggunakan tangga nada dasar E♭ dengan corong menghadap keatas atau kedepan.

28. Tuba

Alat Musik Tiup Tuba

Tuba juga masih satu jenis dengan trompet dan termasuk kedalam alat musik tiup logam. Tuba merupakan alat musik trompet dengan ukuran terbesar dan suara terrendah dalam keluarga alat musik brass. Instrumen ini pertama kali muncul pada abad ke-19 dan kini masuk kedalam anggota alat musik orkestra modern.

29. Vuvuzela

Alat Musik Tiup Vuvuzela

Vuvuzela atau nama lainnya lepatata adalah sebuah alat musik tiup dari Afrika Selatan. Alat musk ini bisa anda lihat pada pagelaran Piala Dunia FIFA 2010 lalu, alat musik ini mempunyai panjang sekitar 65 cm dan menghasilkan tekanan suara sebesar 127 desible.

Alat Musik Tiup Tradisional Indonesia


30. Serangko 

Alat Musik Tiup Serangko

Serangko merupakan alat musik tiup tradisional dari Jambi yang terbuat dari tanduk kerbau yang panjang. Panjang tanduk yang digunakan untuk membuat serangko sekitar 1-1,5 meter. Pada zaman dahulu alat musik ini digunakan oleh komandan pasukan perang untuk memberikan isyarat sinyal komando. Selain itu serangko juga digunakan sebagai penanda kepada masyarakat bahwa ada musibah yang datang seperti angin kencang.

31. Foy Doa

Alat Musik Tiup Foy Doa

Foy Doa merupakan alat musik tiup tradisional dari flores Nusa Tenggara Timur yang terbuat dari bambu dan memiliki bentuk seperti suling namun ganda. Foy doa sendiri berarti suling berganda, alat musik ini digunakan oleh remaja sekitar flores pada permainan rakyat.

32. Sunding Tongkeng 

Alat Musik Tiup Sunding Tongkeng

Sunding tongkeng merupakan alat musik tiup tradisional yang berasal dari NTT (Nusa Tenggara Timur). Alat musik ini terbuat dari bambu dengan panjang 30 cm dan memiliki lubang katup berjumlah 6 lubang. Instrumen ini sangat mirip seperti suling dan cara memainkannya juga hampir sama. Alat musik ini bisa dimainkan pada malam hari ketika menjaga hewan ternak.

33. Puwi-puwi

Alat Musik Tiup Puwi-puwi

Puwi-puwi adalah alat musik tiup tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Alat musik ini bentuknya mirip trompet hanya saja terbuat dari kayu. Cara memainkannya hampir sama dengan alat musik tiup lain seperti serunai, sronen dan lainnya.

34. Basi-basi

Alat Musik Tiup Basi-basi

Basi-basi merupakan alat musik tiup khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari bambu. Masyarakat bugis menyebut alat musik ini basi-basi, sedangkan penduduk makasar menyebutnya klarinet. Ketika alat musik ini ditiup akan mengingatkan kita dengan trompet penjinak ular dari India.

35. Oli

Alat Musik Tiup Oli

Oli merupakan alat musik tiup yang banyak ditemukan pada kebudayaan masyarakat Melayu, meskipun demikin ada juga pendapat bahwa alat musik ini dari Sulawesi Utara. Oli memiliki bentuk seperti suling yang teruat dari bambu, cara memainkannya juga hampir sama dengan memainkan suling.

36. Ore-ore Mbondu

Alat Musik Tiup Ore-ore Mbondu

Ore-ore mbondu adalah alat musik tiup tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Alat musik ini bisa dibilang sudah mulai langka keberadaan. Pada zaman dahulu instrumen ini terbuat dari tulang yang dilubangi dan ada juga yang terbuat dari tembaga. Alat musik ini sering dimainkan oleh orang dulu saat sedang bekerja disawah atau saat panen datang.

37. Pakkeke 

Alat Musik Tiup Pakkeke

Pakkeke merupakan alat musik tiup tradisional dari Sulawesi Barat yang terbuat dari bambu kecil dimana pada bagian ujung terdapat daun kelapa yang dikeringakan lalu dililit, fungsinya sebagai pembawa efek bunyi. Bunyi yang dihasilkan alat musik ini sangat unik dan berbeda dari alat musik tiup lainnya.

38. Pareret

Alat Musik Tiup Pareret

Pareret adalah alat musik tiup tradisional dari Nusa Tenggara Barat yang terbuat dari bambu. Bentuknya menyerupai trompet dan dimainkan dalam musik orkestra sebagai pembawa melodi. Untuk membuat alat musik ini dibutuhkan ritual oleh masayrakat setempat seperti menentukan hari baik.

39. Sarone

Alat Musik Tiup Sarone

Sarone adalah alat musik tiup tradisional yang berasal dari NTB. Sarone terbuat dari bambu kecil yang dilubangi kemudian ditambah daun lontar. Untuk melubangi bambu digunakan kawat yang dibentuk kemudian dibakar hingga panas. Jarak antar lubang diukur agar hasilnya simetris.

Sarone ada macamnya, ada yang memiliki 5 lubang ada juga yang 6 lubang di atasnya, tetapi lubang pada bagian bawah tetap satu. Jika Sarone tersebut memiliki 5 lubang, berarti nada yang dihasilkan menjadi do, re, mi, fa, sol. Dan jika 6 lubang urutan nadanya do, re, mi, fa, sol, la, si.

40. Triton

Alat Musik Tiup Triton

Triton adalah alat musik tiup tradisional dari Papua yang dapat kamu temui hampir diseluruh pantai terutama di daerah Biak, Yapen, Waropen, Wondama, dan Raja Ampat. Awal mulanya alat musik ini digunakan sebagai sarana komunikasi atau pemanggilan dan pemberian tanda.

41. Karinding

Alat Musik Tiup Karinding

Karinding adalah alat musik tiup tradisional dari Jawa Barat yang digunakan sebagai pengusir hama sawah. Ada 4 macam nada dalam memainkan alat musik tiup ini yaitu tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan. Bunyi yang dihasilkan instrumen ini mirip suara serangga kecil, burung atau dikenal dengan sebutan ultrasonik yang dapat mengganggu pendengaran hama.

42. Pereret 

Alat Musik Tiup Pereret

Pereret adalah alat musik tiup tradisional dari Bali yang memeiliki bentuk mirip trompet. Alat musik ini masih ada sampai seakrang hanya saja sangat jarang untuk ditemukan. cara memainkannya sama dengan alat musik tiup lain yakni dengan meniup ujung pereret.

Pereret bisanya dimainkan masyarakat bali saat pentas seni budaya seperti seni sewo gati. Sebagian masyarakat bali yang masih menganut kepercayaan animisme percaya bahwa alat musik ini bisa dimanfaatkan untuk perbuatan yang tidak baik seperti alat untuk guna-guna.

43. Bansi Alas

Alat Musik Tiup Bansi Alas

Bansi alas adalah alat musik tiup tradisional dari Aceh yang memiliki panjang 41 cm dan diameter sekitar 3 m dengan 7 lubang tepat dibagian atas yang berfungsi sebagai pengatur melodi. Pada zaman dahulu bansi dibuat ketika ada kabar duka warga yang meninggal dunia, bansi yang sudah digunakan akan dihanyutkan kesungai.

Daftar lagu yang biasa dimainkan dengan alat musik tiup bansi, antara lain:

  • Canang Ngaro
  • Canang Ngarak
  • Canang Jing Jing Tor
  • Tangis Dillo

Masyarakat Aceh dahulu menggunakan bansi alas sebagai pengiring tarian Londok Alun. Tarian londok alun menceritakan kegembiraan para petani yang mendapat rezeki dari Tuhan berupa lahan yang bagus untuk bercocok tanam.

44. Kecapi Mulut

Alat Musik Tiup Kecapi Mulut

Kecapi mulut adalah alat musik tiup tradisional dari Jawa Barat yang terbuat dari bambu. Cara memainkan kecapi mulut ada teknik khusus yakni, alat musik harus dijepit di antara bibir pemain kemudian ditiup sembari menarik talinya.

Anda bisa menemukan alat musik ini di Museum Lokal Budaya Universitas Cendrawasih. Karena suara yang dihasilkan kecapi mulut tidak terlalu keras, alat musik ini digunakan hanya untuk hiburan saja.

45. Amyen

Alat Musik Tiup Amyen

Amyen merupakan alat musik tiup tradisional dari Papua yang mirip dengan suling. Bedanya dengan seruling, amyen terbuat dari bahan utama kayu putih bukan bambu. Amyen sering dimainkan untuk mengiringi tarian daerah dan sebagai tanda isyarat bahaya akan datang saat perang.

46. Ole-Ole

Alat Musik Tiup Ole-Ole

Ole-ole adalah alat musik tiup tradisional yang terbuat dari batang padi dan resonatornya terbuat dari daun kelapa. instrumen ini sangat sederhana karena hanya terbuat dari satu ruas batang padi dan masuk kedalam keluarga instrumen solo.

Pembuatan ole-ole cukup mudah yakni satu ruas batang padi dipecah ujungnya sebagai penggetar udara dan penghasil bunyi. Ole-ole dapat dibuat sedemikin rupa sesuai keinginan hati sebab penggunaan ole-ole hanya sebatas hiburan pribadi saja.

47. Tatali

Alat Musik Tiup Tatali

Tatali adalah alat musik tiup tradisional khas Suku To Wana dari Sulawesi Tengah. Alat musik ini mirip suling dengan ukuran yang mencapai 50 cm dan diameter 2 cm. Instrumen ini memiliki 3 lubang yang berfungsi sebagai resolusi udara tempat kita meletakkan jari. Tatali cukup sulit dimainkan oleh pemula karena hanya ada 3 pilihan nada saja dan butuh teknik meniup agar suara yang dihasilkan bagus.

48. Yori

Alat Musik Tiup Yori

Yori adalah alat musik tiup tradisional dari Sulawesi Tengah yang terbuat dari kulit pelepah enau dan tali dari kulit kayu. Untuk pembuatan alat musik ini cukup memakan waktu lama karena proses pemilihan bahan yang berkualitas dan tidak bisa sembarangan. Fungsi alat musik ini sebagai penghibur diri sebab suara yang dihasilkan tidak begitu keras tapi lumayan untuk mengusir kesunyian.

49. Bagpipe 

Alat Musik Tiup Bagpipe

Bagpipe merupakan alat musik tiup tradisional dari Skotlandia yang termasuk kedalam instrumen woodwind. Alat musik ini terbuat dari buluh bambu tertutup yang diumpankan dari reservoir udara konstan dalam bentuk tas. Alat musik ini biasa dimainkan satu set dengan pakaian tradisional skotandia.

Kunikan alat musik ini terletak pada kantong udara dari kulit, kantong udara ini disebut chanter yang berfungsi sebagai penyimpan udara. Udara yang ditiup oleh pemain akan disimpan oleh chanter, jadi walaupun bagipe sudah tidak ditiup masih bisa dimainkan karena adanya cadangan udara tadi.

Bagpipe memiliki suara yang unik dan khas dengan perpaduan nyaring, melengking, dan meliuk-liuk namun tetap merdu didengar. Alat musik ini dimainkan dalam pertunjukan musik, pernikahan dan perayaan lainnya. Masyarakat skotlandia yang berada di dataran tinggi menganggap benda ini sakral, makanya hanya dapat dimainkan pada acara-acara tertentu saja, seperti perayaan paskah, natal, dan lain-lain.

Pagelaran Alat Musik Tiup

Pagelaran Alat Musik Tiup Pompang
Pagelaran Seni Alat Musik Tiup Pompang Terbanyak MURI

Itu dia 49 Alat musik tiup tradisional dan Modern dari dalam negeri maupun luar negeri lengkap dengan contoh gambar dan penjelsan alat musiknya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang macam-macam alat musik tiup.

Mari sama-sama kita lestarikan alat musik tiup tradisional indonesia agar sampai ke anak cucu kita dan tidak diklaim oleh negara lain. Apabila ada alat musik tiup dari daerah anda yang tidak masuk kedalam daftar diatas, bisa tulis dikolom komentar. Semoga bermanfaat!

0 Response to "49 Alat Musik Tiup Tradisional dan Modern Gambar dan Penjelasan [Terlengkap]"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...