Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
loading...

Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Sistem Pemerintahan, Kejayaan, Keruntuhan, Peninggalan Lengkap

Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Sistem Pemerintahan, Kejayaan, Keruntuhan, Peninggalan Lengkap

Kerajaan Kutai – merupakan sebuah kerajaan yang bercorak Hindu di Nusantara dengan bukti sejarah tertua. Diperkirakan berdiri sejak sekitar abad ke-4 di Muara Kaman dekat hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Penamaan Kutai diberikan oleh para ahli berdasarkan tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Karena sangat minim informasi dan tidak ada secara jelas prasasti yang menyebutkan nama kerajaan ini. Dibawah akan kita bahas lebih lengkap mengenai Sejarah, Raja, Sistem Pemerintahan, Kejayaan, Keruntuhan, Peninggalan Kerajaan Kutai.


A. Sejarah Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai didirkan oleh Kudungga pada tahun 350 di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kudungga  sekaligus menjadi Raja pertama di kerajaan ini. Menurut para ahli sejarah, nama kudungga adalah nama asli dari orang Indonesia dan kedudukannya pada waktu itu adalah seorang kepala suku dari Kutai.

Kerajaan Kutai Martadipura
350–1605
Lokasi muarakaman kutai kartanegara
Lokasi muarakaman kutai kartanegara
Ibu Kota Muara Kaman, Kalimantan Timur
Bahasa Bahasa Melayu (dialek Kutai)
Agama Hindu Hindu
Bentuk Pemerintahan Monarki Monarki
Maha Raja 1. Kudungga (350-375)
2. Mulawarman Nala Dewa (400-446)
3. Derma Setiya (1534-1605)
Didirikan 350
Digantikan Kesultanan Kutai Kartanegara 1650
Sekarang Indonesia

Kutai termasuk kerajaan dengan corak Hindu tertua yang ada di Indonesia. Para sejarawan memperkirakan kerajaan ini sudah ada sejak abad ke 5 M atau kurang lebih 400 M dan mulai dibangun dari abad ke 4. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya berupa tujuah buah prasasti Yupa yang menunjukkan eksistensi kerajaan ini.

Prasasti-prasasti ini ditulis dengan menggunakan huruf Pallawa dengan bahasa Sansekerta dan berbentuk syair. Prasasti yupa berbentuk seperti tugu batu yang dibuat sebagai tugu peringatan yang dibuat oleh Brahmana atas kedermawanan Raja Mulawarman.

Didalam yupa juga disebutkan kalau Mulawarman merupakan seorang raja yang sangat baik dan kuat. Mulawarman adalah anak dari Aswawarman sekaligus cucu dari Raja Kudungga yang sudah memberikan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.

Disana juga disebutkan bahwa Raja Aswawarman seperti Dewa Ansuman (Dewa Matahari). Ansuman memiliki tiga orang anak termasuk Mulawarman yang dikenal sebagai raja terbesar di Kerajaan Kutai. Raja mulawarman menganut ajaran agama Hindu dan memiliki tempat suci yang dinamai Waprakeswara.

Lokasi berdirinya Kerajaan Kutai adalah di Muara Kaman, Kalimantan Timur tepatnya di hulu sungai Mahakam. Seperti yang kita ketahui bahwa sungai Mahakam adalah sungai terbesar di kalimantan yang memiliki beberapa anak sungai dan terletak di pertemuan antara sungai Mahakam dan anak sungai yang ada di Marakaman dulu. Disinilah letak dari kerajaan Kutai sebagai tempat untuk menjalankan perekonomian dan menghasilkan sistem perdagangan yang maju.

B. Letak Geografis Kerajaan Kutai


Letak Geografis Kerajaan Kutai

Kerajaan ini tepatnya berada di tepi sungai Mahakam, Kecamatan Muarakaman, Kutai, Kalimantan Timur. Diperkirakan kerajaan kutai hampir menguasai seluruh wilayah Kalimantan.

C. Pendiri Kerajaan Kutai

Seperti yang sudah kita bahas diatas kalau pendiri kerajaan ini adalah Maharaja Kudungga. Ia diberi gelar Wangsakerta yang artinya pembentuk keluarga raja. Kemudian, ia juga dikenal sebagai Dewa Anusman (Dewa Matahari). Pemberian gelar ini juga dituliskan dalam salah satu stupa peninggalan Kerajaan Kutai.

D. Silsilah Kerajaan Kutai

Dalam sebuah Buku Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno karangan Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada halaman 36, tedapat transliterasi dari prasasti Yupa yang berisi Silsilah Keluarga Kerajaan Kutai sebagai berikut:

Artinya:
Sang Mahārāja Kundungga, yang amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang Aśwawarman namanya, yang seperti Angśuman (dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aśwawarmman mempunyai putra tiga, seperti api (yang suci). Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang Mūlawarmman, raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mūlawarmman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan) emas-amat-banyak. Untuk peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu batu ini didirikan oleh para brahmana.

Berikut Silsilah Kerajaan Kutai Secara Rinci:

1. Maharaja Kudungga (Anumerta Dewawarman)

Awalnya ia adalah seorang kepala suku Kutai, seiring berjalannya waktu masuklan pengaruh Hindu dan Kudungga merubah struktur pemerintahannya menjadi Kerajaan. Kemudian dia diangkat sebagai Raja pertama, selanjutnya tahta kerajaan wariskan secara turun temurun.

2. Maharaja Asmawarman (Wangsekerta dan Dewa Ansuman)

Merupakan anak dari Raja Kudungga yang diketahui sebagai pendiri dinasti kerajaan Kutai. Asmawarman dikarunia 3 orang putra dan salah satunya Mulawarman. Dalam masa pemerintahannya, Asmawarman melakukan perluasan wilayah kekuasaan yang dibuktikan dengan adanya upacara Asmawdha yang di lakukan waktu itu. Upacara ini dilakukan dengan melepaskan kuda sebagai tanda batas kekuasaan Kerajaan Kutai.

3. Maharaja Mulawarman

Anak dari Asmawarman dan Cucu dari Kudungga dikenal sebagi raja terbesar di Kerajaan Kutai. Di masanya Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaan, dimasa ini juga rakyat kutai hidup tentram dan sejahtera. Sampai-sampai raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang melimpah ruah.

E. Raja-Raja Kerajaan Kutai 

Berikut ini adalah daftar raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai:
  1. Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri)
  2. Maharaja Asmawarman (anak Kundungga)
  3. Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman)
  4. Maharaja Marawijaya Warman
  5. Maharaja Gajayana Warman
  6. Maharaja Tungga Warman
  7. Maharaja Jayanaga Warman
  8. Maharaja Nalasinga Warman
  9. Maharaja Nala Parana Tungga Warman
  10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  11. Maharaja Indra Warman Dewa
  12. Maharaja Sangga Warman Dewa
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Sri Langka Dewa Warman
  15. Maharaja Guna Parana Dewa Warman
  16. Maharaja Wijaya Warman
  17. Maharaja Sri Aji Dewa Warman
  18. Maharaja Mulia Putera Warman
  19. Maharaja Nala Pandita Warman
  20. Maharaja Indra Paruta Dewa Warman
  21. Maharaja Dharma Setia Warman

F. Sistem Pemerintahan Kerajaan Kutai

Sistem pemerintahan Kerajaan Kutai adalah Monarki, dimana pemerintahannya di pimpin oleh seorang raja. Raja sendiri ditentukan berdasarkan garis keturunan raja sebelumnya seperti Raja pertama Kudungga yang mewariskan tahta kerajaan ke putranya bernama Aswawarman. Kemudian Aswawarman mewariskan tahta kerajaan kepada putranya yakni Mulawarman. Dibawah ini adalah bentuk kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya pada Kerajaan Kutai:

1. Kehidupan Politik 

Berdasarkan tulisan yang ada dalam prasasti Yupa, dijelaskan bahwa Raja terbesar di Kerajaan Kutai adalah Mulawarman yang tidak lain adalah putra Aswawarman. Aswawarman sendiri adalah putra dari pendiri kerajaan kutai yakni Kudungga. Kehidupan politik masih diteruskan berdasarkan garis keturunan, bentuk pemerintahan di pengaruhi oleh hindu sehingga Kudungga merubah sistem pemerintahan menjadi kerajaan.

2. Kehidupan Sosial

Seperti yang kita ketahui bahwa kerajaan Kutai di pengaruhi oleh corak budaya Hindu yang mengakibatkan masyarakat sangat terkait denga sistem kasta. Hal ini juga diperkuat dengan istilah Brahmana untuk menunjukkan kasta masyarakat Kutai dan ini sudah diatur berdasarkan sistem sosial Hindu pada waktu itu.

Ada juga istilah Uprakeswara yang berhubungan erat dengan 3 dewa utama Hindu (Trimurti), yakni Brahma, Wisnu dan Syiwa. Dalam agama Hindu, jika ada orang yang ingin masuk agama Hindu maka harus melewati upacara persucian. Walaubegitu, kehidupan sosial kerajaan kutai masih terta serta berjalan tertib dan teratur.

3. Kehidupan Ekonomi

Untuk kehidupan ekonomi di Kerajaan Kutai pada zaman dahulu tak lepas dari perdagangan, berternak, dan bertani. Kemudian, dari prasasti Yupa diketahui juga bahwa Raja Mulawarman pernah melaksanakan upacara korban emas dan memberikan hadiah 20.000 ekor sapi kepada Brahmana. Dari sini bisa dilihat perekonomian kerajaan Kutai sangat bagus.

4. Kehidupan Budaya

Dipengaruhi nuansa budaya Hindu, kerajaan kutai pun melakukan pemberkatan bagi pemeluk agama Hindu yang dikenal dengan upacara Vratyastoma. Upacara ini mulai dilakukan pada masa pemerintahan Raja Aswawarman yang dipimpin oleh pendeta dari kaum Brahmana yang berasal dari India.

Sedangkan di masa pemerintahan Raja Mulawarman, upacara tersebut dipimpin oleh kaum Brahmana dari masyarakat disana. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Kutai memiliki kemampuan intelektual tinggi karena kaum Brahmana biasanya mampu menguasai bahasa Sansekerta untuk bidang keagamaan.

G. Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Mulawarman. Pada masa itu kehidupan disana sangatlah makmur jaya, hal ini diperkuat dengan ditemukannya prasasti Yupa di Muara Kaman. Seperti yang kita bahas diatas kalau pada saat itu Raja Mulawarman melakukan upacara kurban emas dan 20.000 ekor sapi pada kaum Brahmana. Masyarakat juga bisa hidup dengan tenang,tentram dan nyaman dimasa ini.

H. Keruntuhan Kerajaan Kutai

Meninggalnya raja Dharma Setia dalam peristiwa peperangan, menjadi tanda berakhirnya masa Kerajaan Kutai. Maharaja Dharma Setia tewas oleh Raja Kutai Kartanegara ke 13 yakni Aji Pangeran Anum Panji Mendap. Sekedar Informasi, Kutai yang dimaksud adalah kutai Martadipura yang berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang saat itu ibukotanya Kutai Lama atau Tanjung Kute.

Kutai Kartanegara ini disebut-sebut dalam sastra jawa negarakertagama sebagai cikal bakal kerajaan Islam. Sejak tahun 1735 Kerajaan Kutai Kartanegara yang awalnya sang Raja di kasih gelar Pangeran berubah menjadi Sultan (Sultan Aji Muhammad Idris) dan sekarang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

I. Peninggalan Kerajaan Kutai

Sebagai bukti eksistensi nya suatu peradaban maka ditandai dengan peninggalan-peninggalan. Berikut adalah beberapa peninggalan Kerajaan Kutai:

1. Ketopong Sultan Kutai


Ketopong Sultan Kutai

Ketopong Sultan merupakan sebuah mahkota raja peninggalan dari Kerajaan Kutai. Mahkota ini terbuat dari bahan dasar emas dengan total seberat 1.98 kg dan kini makhota tersebut di simpan di dalam Museum Nasional Jakarta.

2. Kalung Uncal Kerajaan Kutai


Kalung Uncal Kerajaan Kutai

Merupakan sebuah kalung emas dengan berat 170 gram yang dilengkapi dengan hiasan liontin berelief Kisah Ramayana. Kalung ini menjadi salah satu atribut sekaligus aksesoris dari Kerajaan Kutai yang dipergunakan sebagai kalung oleh sultan Kutai Kartanegara pada saat memerintah.
Menurut para ahli, kalung uncal ini berasal dari India. Hingga saat ini, hanya ada 2 buah kalung Uncal yang ada di dunia. Pertama ada di negara India dan yang kedua ada didalam Museum Mulawarman, Kota Tenggarong, Kalimantan, Indonesia.

3. Kalung Ciwa


Kalung Ciwa

Peninggalan kerajaan kutai selanjutnya adalah kalung ciwa. Kalung ciwa ini ditemukan di masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman yang ditemukan di areal Danau Lipan, Muara Kaman ditahun 1890. Hingga saat ini, kalung tersebut masih digunakan sebagai atribut raja ketika ada pesta pengangkatan raja yang baru.

4. Pedang Sultan Kutai


Pedang Sultan Kutai

Pedang ini terbuat dari emas padat, dibagian sisi ganggangnya terdapat sebuah ukiran seekor binatang harimua yang akan menerkan mangsanya. Sedangkan pada bagian ujung sarung pedang dihiasi dengan ukirang seekor buaya. Saat ini pedang tersebut di simpan di dalam Museum Nasional Jakarta.

5. Kura-Kura Emas


Kura-Kura Emas

Benda menyerupai kura-kura dan terbuat dari emas ini memiliki ukuran setengah kepalan tangan orang dewasa. Kura-kura emas ini ditemukan di Daerah Lonh Lalang, tepatnya di dekat hulu sungai Mahakam. Saat ini kura-kura emas bisa kamu lihat di dalam Museum Mulawarman.

6. Kelmabu Kuning


Kelmabu Kuning

Kelambu ini memiliki kisah mistis didalamnya, diperkirakan benda ini digunakan sebagai alat untuk menghindari terjadinya bala yang ditimbulkan. Kemudian dalam kelambu ini juga terdapat benda-benda yang memiliki kekuatan magic.

7. Keris Bukit Kang


Keris Bukit Kang

Merupakan keris yang digunakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu atau permaisuri dari Sultan Kutai Kartanegara yang pertama untuk melawan musuh-musuhnya.

8. Tali Juwita


Tali Juwita

Merupakan sebuah tali yang dibuat dari 21 helai benang. Tali ini biasanya digunakan pada saat upacara adat Bepelas sedang berlangsung. Tali juwita disimbolkan sebagai tujuh muara serta tiga anak sungai. Tiga anak sungai tersebut adalah sungai Kelinjau, Sungai Kedang Pahu, dan Sungai Belayan.

9. Singgasana Raja


Singgasana Raja

Tempat duduk raja kerajaan kutai saat memerintah masih tersimpan dan terjaga dengan baik di dalam Museum Mulawarman.

10. Meriam Kerajaan Kutai


Meriam Kerajaan Kutai

Meriam merupakan senjata kerajaan kutai yang sangat kuat dikala itu. Hingga kini masih ada 4 meriam yang terjaga yakni Meriam Gentar Bumi, Meriam Spau jagat, Meriam Sri Gunung dan Meriam Aji Entong.

11. Keramik Kuno Tiongkok


Keramik Kuno Tiongkok

Kemarik kuno tiongkok ini diperkirakan berasal dari dinasti dalam kekaisaran cina kuno yang ditemukan tertimbun di sekitaran danau Lipan. Hal ini mejadi bukti bahwa hubungan perdagangan kutai dan cina erat dimasa lampau.

12. Gamelan Gajah Prawoto


Gamelan Gajah Prawoto

Konon ceitanya gamelan ini dibawa dari Jawa pada masa kerajaan kutai, kini gamelan tersebut tersimpan di museum mulawarman.

13. Prasasti Yupa


Prasasti Yupa

Prasasti yupa merupakan peninggalan tertua kerajaan Kutai dan prasasti pertama yang dimiliki kerajaan tersebut. Benda ini merupakan bukti nyata kalau kerajaan kutai adalah kerajaan hindu terbesar yang pernah ada di Indonesia khsusunya di Kalimantan.

Demikianlah pembahasan mengenai Kerajaan Kutai, mulai dari sejarah, raja, sistem pemerintahan, masa kejayaan, keruntuhan, hingga peninggalannya. Semoga artikel ini membawa manfaat bagi kamu dan bisa menambah wawasan kamu seputar sejarah Indonesia.

Post a Comment for "Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Sistem Pemerintahan, Kejayaan, Keruntuhan, Peninggalan Lengkap"

Memuat...
loading...