Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
loading...

Kerajaan Singasari: Sumber Sejarah, Silsilah, Masa Berdiri Sampai Keruntuhan dan Peninggalan Lengkap

Kerajaan Singasari: Sumber Sejarah, Silsilah, Masa Berdiri Sampai Keruntuhan dan Peninggalan Lengkap

Kerajaan Singasari / Singosari – merupakan sebuah kerajaan yang di dirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 Masehi di Jawa Timur. Lokasi berdirinya kerajaan ini diperkirakan oleh sejarawan berada di daerah Singasari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Awal mulanya kerajaan ini bernama Kerajaan Tumampel, sebuah wilayah kabupaten yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Kediri dengan bupati (akuwu) bernama Tunggul Ametung. Bagaimana sejarah awal berdiri hingga runtuhnya Kerajaan Singasari? Yuk kita simak pembahasannya dibawah ini.


A. Sumber Sejarah Kerajaan Singasari

Sejarah kerajaan singasari akan kita bahas menjadi 3 bagian yakni awal berdiri, masa kejayaan, dan keruntuhan kerajaan singasari.

Singasari
ꦱꦶꦔ꧀ꦲꦱꦫꦶ
1222–1292
Perkembangan Kerajaan Singhasari pada masa pemerintahan Kertanegara
Perkembangan Kerajaan Singhasari pada masa pemerintahan Kertanegara
Ibu kota Kutaraja Singhasari, sebelumnya disebut Tumapel
Bahasa Jawa Kuno, Sanskerta
Agama Siwa-Buddha (Hindu dan Buddha), Kejawen, Animisme
Bentuk pemerintahan Monarki
Raja -1222-1227 Ken Arok
-1268-1292 Kertanegara
Sejarah - Perang Ganter 1222
- Serangan Jayakatwang dari Gelang-gelang 1292
Mata uang Koin emas dan perak
Pendahulu Kadiri
Pengganti Majapahit

1. Sejarah Berdirinya Kerajaan Singasari

Menurut para sejarawan, ada beberapa sumber yang menerangkan tentang awal mula berdirinya Kerajaan Singasari. Beberapa sumber tersebut adalah:

a. Kitab Pararaton

Kitab pararaton atau seret pararaton adalah sebuah kitab yang berisi naskah sastra jawa pertengahan yang di terjemahkan dalam bahasa Jawa Kawi. Berdasarkan cerita kitab pararaton, Ken Arok adalah seorang anak dari wanita tani di Desa Pangkur (Sebelah timur Gunung Kawi). Sedangkan Ayahnya adalah seorang pejabat kerajaan dari petani biasa yang mempunyai wawasan berfikir, ambisius, dan pandai membuat strategi.

Ken Arok pertama kali hanya seorang abdi dari Akuwu (Tunggul Ametung) Kepala Daerah Tumampel. Setelah lama mengabdi di Tumampel, Ken arok berambisi ingin menduduki jabaan Akuwu sekaligus memperistri Ken Dedes (istri dari Akuwu Tunggul Ametung). Menggunakan tipu muslihatnya, Ken Arok berhasil membunuh Tunggul Ametung menggunakan keris buatan Mpu Gandring.

Kemudian dia mengangkat dirinya menjadi Akuwu di Tumampel dan memperistri Ken Dedes yang saat itu sedang hamil. Agar dirinya dapat diterima oleh rakyat sebagai pemimpin, Ken Arok mengumumkan kalau dia adalah jelmaan dari Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa.

Ketika itu, Tumampel masih menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Kediri yang diperintah oleh Raja Kertajaya atau Dandang Gendis. Ken Arok berniat untuk memberontak kerajaan, tapi ia menunggu waktu yang tepat untuk bertindak. Pada tahun 1222 Masehi, datanglah beberapa orang pendeta dari kediri meminta perlindungan Ken Arok karena tindakan sewenang-wenang Raja Kertajaya. Ken Arok pun menerima dengan senang hati dan membuat strategi untuk melakukan propaganda kepada rakyat untuk memberontak Kerajaan Kediri.

Setelah segala siasat dan strategi siap, berangkatlah pasukan besar prajurit Tumampel menuju Kediri. Setibanya di daerah Ganter terjadilah peperangan dahsyat, semua prajurit kediri dan Rajanya dapat di kalahkan. Ken Arok pun disambut dengan gegap gempita oleh rakyat Kediri dan Tumampel. Kemudian ia dinobatkan menjadi Raja dari seluruh wilayah Kediri dan Tumampel yang disatukan menjadi Kerajaan Singasari.

2. Kitab Negarakretagama

Kitab ini merupakan kitab Jawa Kuno peninggalan Kerajaan Majapahit karangan dari Mpu Prapanca yang termasyhur. Didalam kitab ini juga menerangkan tentang Raja Majapahit yang berteman dengan Raja Singasari. Ada juga penjelasan lengkap tentang raja-raja yang pernah berkuasa di Singasari hingga Raja Hayam Wuruk.

Kitab ini juga menyebutkan tahun yang sama masalah pendirian Kerajaan Tumampel, tapi tidak ada tertulis nama Ken Arok. Dalam kitab ini, nama pendiri kerajaan Tumampel adalah Ranggah Rajasa Sang Grinathaputra yang berhasil menaklukkan kerajaan Kediri.

3. Banguan Candi dan Prasasti

Dalam prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255, menerangkan bahwa pendiri Kerajaan Tumampel adalah Bhatara Siwa. Diperkirakan bahwa nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa, karena dalam kitab negarakretagama arwah pendiri kerjaan Tumampel disembah sebagai Siwa. Kemudian, dalam kitab Pararaton dituliskan kalau sebelum maju perang melawan kerajaan Kediri, Ken Arok sudah lebih dulu memakai julukan Bhatara Siwa.

Bukti adanya kerajaan Singasari diperkuat dengan adanya candi-candi yang ditemukan disekitaran Singasari, Malang, dan Surabaya. Candi tersebut diantaranya Candi Singasari, Candi Kidal, Candi Jago, dan Patung Joko Dolok.

2. Masa Kejayaan Kerajaan Singasari

Sri Maharaja Kertanagara merupakan raja terakhir dan penguasa jawa dalam sejarah singasari (1272-1292). Kertanegara menjadi raja pertama yang mengalihkan kawasannya ke luar Jawa. Di tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk membuat Sumatera sebagai benteng pertahanan dalam melawan ekspansi bangsa Mongol.

Masa Kejayaan Kerajaan Singasari

Ketika itu penguasa Sumatera adalah kerajaan Dharmasraya (pengganti kerajaan melayu). Kerajaan ini dianggap telah ditundukkan dengan dikirimkannya bukti acara Amoghapasa yang dari Kertanagara, sebagai tanda persahabatan kedua negara.

Di tahun 1824, Kertanagara melakukan ekspedisi untuk menaklukkan Bali. Pada tahun 1289, Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singasari untuk meminta Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Permintaan itu akhirnya ditolak tegas oleh Kartanegara. Dalam kitab Nagarakretagama tertulis bahwa daerah-daerah bawahan Singasari di luar pulau Jawa pada masa Kertanegara adalah Melayu, Bali, Pahang, Gurun, dan Bakulapura.

3. Runtuhnya Kerajaan Singasari

Runtuhnya kerajaan Singasari juga terjadi di masa kejayaan kerajaan ini dibawh kepemimpinan Raja Kartanegara. Akibat terlalu sibuk dan berambisi mengirm pasukan perangnya ke luar jawa, akhirnya kerajaan ini mengalami keropos di bagian dalam.

Melihat peluang ini, pada tahun 1292 Jayakatwang  bupati Gelanggelang yang merupakan sepupu, sekaligus ipar dan besan dari Kertanegara melakukan Pemberontakan. Dalam kejadian ini, kartanegara mati terbunuh.  Setelah runtuhnya kerajaan Singasari, Jayakatwang diangkat menjadi raja dan membangun ibu Kota baru di Kerajaan Kediri.

B. Silsilah Kerajaan Singasari


Silsilah Kerajaan Singasari

Berikut adalah silsilah keturunan kerajaan Singasari hasil penikahan Tunggul Ametung dengan Ken Dedes, Ken Dedes dengan Ken Arok, dan Ken Umang.

Silsilah Kerajaan Singasari
Tunggul Ametung & Ken Dedes Ken Arok & Ken Dedes Ken Arok & Ken Umang
1. Anusapati
2. Wisnuwardhana
3. Kertanegara
4. Kertarajasa Jaya Wardhana (Raden Wijaya)
1. Mahisa Wong Ateleng
2. Mahisa Campaka
3. Lembu Tal
4. Kertarajasa Jaya Wardhana (Raden Wijaya)
1. Tohjaya

Adapun dari keturunan ini yang pernah menjabat sebagai Raja di Kerajaan Singasari adalah:

1. Ken Arok (1222-1227)

Pendiri sekaligus Raja pertama kerajaan singasari dengan gelar Sri Ranggah Rajasa sang Amurwabumi. Hadirnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari pertanda munculnya dinasti baru, yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau dengan nama lain Girindra (Girindrawangsa).

Masa pemerintahan Ken Arok  hanya berlangsung selama 5 tahun. Ia dibunuh oleh anak tirinya Anusapati (Anak Tunggal Ametung) pada tahun 1227. Motif pembunuhan ini tak lepas dari yang namanya balas dendam. Ken Arok disemayamkan di kegenengan dalam sebuah bangunan Siwa Buddha.

2. Anusapati (1277 - 1248)

Dengan keberhasilan Anusapati membunuh Ken Arok, maka tahta kerajaan Singasari jatuh ke tangannya. Dalam masa kepemimpinannya yang cukup lama, Anusapati tidak begitu banyak membuat perubahan. Hal ini dikarenakan ia terlalu sibuk dengan hobinya menyabung ayam.

Usut punya usut, kasus kematian Ken Arok akhirnya terbongkar juga. Berita ini sampai ke Putra Ken Arok dan Ken Umang yakni Tohjoyo. Untuk membalaskan dendam atas kematian sang ayah, Tohjoyo bersiasat untuk mengundang Anusapati ke Godong Jiwa (Kediaman Tohjoyo) untuk mengadakan pesta subung ayam.

Ketika Anusapati tengah asik menyabung ayam, tiba-tiba Tohjoyo menusuk Anusapati menggunakan keris buatan Mpu Gandring. Dengan begitu, masa pemerintahan Anusapati pun berakhir dan ia dimakamkan di Candi Kidal.

3. Tohjoyo (1248)

Masa pemerintahan Tohjoyo bisa dibilang yang paling singkat. Sejak kamatian Anusapati, tak lama setelah itu penyebab kematian di ketahui oleh anak Anusapati yakni Ranggawuni. Mengetahui hal ini, Ranggawuni bertekad untuk membalaskan dendam atas kematian sang ayah. Dibantu oleh Mahesa Cempaka dan para prajuritnya, Ranggawuni berhasil menundukan Tohjoyo dan menguasai singgasana.

4. Ranggawuni (1248 – 1268)

Masa pemerintahan Ranggawuni cukup lama yakni 20 tahun. Selama 20 tahun menjabat ia berhasil membawa ketentraman dan kesejahteraan bagi rakyat Singasari. Ranggawuni diberi gelar Sri Jaya Wisnuwardana oleh Mahesa Cempaka (anak Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narangharmurti.

Di tahun 1254, 6 tahun setelah kepemimpinannya Wisnuwardana mengangkat putranya yang bernama Kartanegara sebagai yuwaraja (raja muda) untuk mempersiapkannya sebagai pengganti Ranggawuni di Kerajaan Singasari. Tahun 1268 Wisnuwardana menghembuskan nafas terakhirnya dan dimakamkan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri Sebagai Siwa.

5. Kartanegara (1268 – 1292)

Seperti yang dipersiapkan oleh Ranggawuni bahwa yang akan menggantikannya adalah putranya yakni Kartanegara. Kartanegara menjadi raja terakhir Kerajaan Singasari yang memiliki cita-cita untuk menyatukan Nusantara. Ia dilantik pada tahun 1268 dengan gelar Sri Maharajadiraja Sri Kartanegara.

Dalam sistem pemerintahannya, ia memiliki 3 mahamenteri, yakni mahamentri i hino, mahamentri i halu, dan mahamentri i sirikan. Agar dapat menyatukan Nusantara, ia membuat kebijakan dengan mengganti pajabat- pejabat yang sudah kolot dengan yang baru. Contohnya seperti Patih Raganata yang digantikan oleh Patoh Aragani.

Setelah berhasil menyatukan pulau Jawa, Kertanegara kemudian mengirimkan utusan ke Melayu yang dikenal dengan ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil menguasai kerajaan Melayu. Peristiwa ini dibuktikan dengan dikirimnya patung Amogapasa ke Dharmasraya atas perintah Raja Kartanegara.

Hal ini bertujuan untuk menguasai Selat Malaka. Setelah itu, disusul dengan menaklukkan Pahang, Sunda, Bali, Bakulapura (Kalimantan Barat), dan Gurun ( Maluku). Kartanegara menjalin hubungan persahabatan dengan Raja Champa untuk menahan perluasan kekuasaan Kublai Khan dari Dinasti Mongol.

Kublai Khan berambisi menuntutu raja-raja di wilayah selatan termasuk Indonesia untuk mengakuinya sebagai Raja yang dipertuankan. Hal ini ditolak oleh Kartanegara dengan melukai utusannya Mengki. Melihat respon Kertanegara membuat Kublai Khan marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirimkan pasukannya ke Jawa.

Mendapat informasi bahwa sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk menghadapi serangan Mongol, maka Jayakatwang (keturunan Kertajaya – raja terakhir Kediri) berencana untuk menyerang Singasari. Jayakatwang menyiapkan strategi menyerang dari dua arah, yakni utara sebagai pancingan sedangkan arah selatan adalah pasukan inti.

Pasukan arah selatan yang langsung dipimpin Jayakatwang berhasil masuk istanan dan menemukan Kertanegara sedang berpesta bersama para pembesar istana. Dalam kejadian itu, Kertanegara beserta para pembesar negara tewas. Raden Wijaya (menantu Kertanegara) berhasil kabur dan menuju Madura untuk meminta perlindungan dan bantuan pada Aria Wiaraja (Bupati Sumenep).

Dengan bantuan Aria Wiraraja, Raden Wijaya mendapat pengampunan dan mengabdi pada Jayakatwang dan diberikan sebidang tanah yang bernama tanah terik yang menjadi cikal bakal Kerajaan Majapahit.

Dengan gugurnya raja terakhir Kerajaan Singasari, maka kerajaan di kuasai oleh Jayakatwang. Dengan begitu maka berakhirlah Kerajaan Singasari. Kertanegara dimakamkan di Candi Singasari sebagai Siwa Buddha (Bairawa), sedangkan arca perwujudannya dikenal dengan Joko Dolog. Sekarang bisa dilihat di Taman Simpang Surabaya.

C. Kehidupan Politik Kerajaan Singasari

Sebagai pemimpin dengan masa pemerintahan paling lama di banding raja-raja sebelumnya. Dapat kita lihat upaya politik yang ditempuh Raja Kertanegara baik politik dalam negeri maupun politik luar negerinya.

1. Politik Dalam Negeri

  • Melakukan pergantian jabatan atau pembantu pemerintahan seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani dan lain-lain.
  • Berbuat baik dengan lawan-lawan politiknya.
  • Memperkuat pasukan perang.

2. Politik Luar Negeri

  • Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu sebagai bentuk penguasaan Kerajaan Melayu serta melemahkan Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka.
  • Menguasai Bali, Jawa Barat, Malaka dan Kalimantan.
  • Ambisi menyatukan Nusantara.

D. Peninggalan Kerajaan Singasari

Sebagai bukti sejarah bahwa Kerajaan Singasari pernah ada bisa dilihat dari penginggalan-peninggalannya. Berikut adalah peninggalan Kerajaan Singasari:

1. Candi Jago


Candi Jago

Merupakan sebuah bangunan candi yang memiliki arsitektur seperti susunan teras punden berndak. Bagian atas candi ini cukup unik karena hanya tersisa sebagian saja. Berdasarkan sejarah, penyebab bagian atas candi hanya tinggal setengah dikarenakan pernah disambar petir.

Jika kamu berkunjung ke candi ini, kamu akan menemukan relief kuno Kunjarakarna serta relief Pancatantra. Sedangkan untuk membangun candi ini batu yang digunakan adalah batu andesit. Candi jago diperkirakan digunakan oleh Raja Kertanegara sebagai tempat beribadat.

2. Candi Singasari


Candi Singasari

Candi ini bisa ditemukan di Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang, tepatnya di lembah antara Pengunungan Tengger dan Gunung Arjuna. Tertulis di dalam kitab Negarakertagama dan Prasasti Gajah Mada tahun 1351 Masehi, kalau candi ini adalah tempat kediaman terakhir dari Raja Kertanegara. Diperkirakan bahwa pembangunan candi Singasari ini tak pernah selesai dibangun.

3. Arca Dwarapala


Arca Dwarapala

Merupakan patung besar yang memiliki bentuk seperti monster. Menurut para juru kunci, arca Dwarapala adalah simbol bahwa kamu sudah memasuki wilayah Kotaraja. Akan tetapi, letak lokasi Kotaraja Singasari belum ditemukan secara pasti.

4. Candi Sumberawan


Candi Sumberawan

Candi ini bisa ditemukan di Jawa Timur sekitar 6 kilometer dari letak candi Singasari. Candi ini terletak di dekat telaga dengan air yang begitu bening. Karena itulah candi ini diberi nama Candi Sumberawan. Pada zaman kerajaan, candi ini diperkirakan digunakan oleh umat Buddha untuk beribadat.

5. Candi Jawi


Candi Jawi

Letak candi ini dipertengahan jalan raya antara Pandaan, Prigen dan Pringebukan. Candi jawi adalah tempat dimakamkannya abu dari Raja Kertanegara. Selain di candi ini, abu raja Kertanegara juga di simpan di Candi Singasari.

6. Candi Kidal


Candi Kidal

Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada raja kedua singasari yakni Anusapati.

7. Prasasti Singasari


Prasasti Singasari

Prasasti ini ditemukan di Singasari, Kabupaten Malang. Diperkirakan, prasasti ini dibuat pada tahun 1351 Masehi dan ditulis dengan aksara Jawa. Prasati ini ditujukan untuk mengenang pembangunan candi pemakaman yang dilakukan oleh Mahapatih Gajah Mada.

Jika dilihat, pada bagian pertama prasasti ini berisi tanggal prasasti yang detail termasuk dengan mengambaran letak benda-benda angkasa. Dibagian kedua menggambarkan maksud dan arti dari prasasti ini yaitu, sebagai kabar pembangunan sebuah catiya atau candi pemakaman.

8. Prasasti Manjusri


Prasasti Manjusri

Merupakan secarik manuskrip yang dibikin pada bagian belakang Arca Manjusri pada tahun 1343. Awalnya prasasti ini diletakkan di Candi Jago, akan tetapi sekarang prasasti ini disimpan di Museum Nasional Jakarta.

9. Prasasti Wurare


Prasasti Wurare

Prasasti ini berisi sebuah pesan peringatan penobatan arca mahaksobhya di tempat bernama Murare. Karena berada di Wurare maka dinamakan Prasasti Wurare. Prasasti ini ditulis dengan bahasa Sansekerta lengkap dengan tanggal 21 november 1289 atau sekitar tahun 1211 Saka.

Konon, prasasti ini dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Kertanegara karena dianggap sudah mencapai derajar Jina. Pada bagian bawah prasasti ada tulisan yang ditulis melingkar.

10. Prasasti Mula Malurung


Prasasti Mula Malurung

Merupakan sebuah piagam penghargaan sekaligus bentuk pengesahan Desa Mula seta Desa Malurung untuk seorang tokoh bernama Pranaraja. Prasasti ini berbentuk seperti lempengan tembaga yang diterbitkan Raja Kertanegara pada tahun 1255 atas perintah Ayahnya.

Penemuan lempengan ini terjadi pada dua waktu yang berbeda yakni tahun 1975 di sekitaran kota Kediri Jawa Timur. Sedangkan lempengan kedua ditemukan di bulan mei tahun 2001 di lapak penjual barang loak yang tak jauh dari lokasi penemuan pertama. Semua lempengan ini akhirnya disimpan di Museum Nasional Jakarta.

E. Corak dan Agama Kerajaan Singasari

Berdasarkan dari segi corak budaya, banyak ditemukan candi-candi dan patung-patung peninggalan kerajaan Singasari. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa Kerajaan Singasari merupakan salah satu kerajaan dengan corak agama Hindu Buddha. Seperti yang kita lihat diatas bahwa pemakaman raja-raja kebanyakan di abukan dan disimpan dalam candi. Kemudian dalam keseharian banyak sekali acara keagamaan yang membawa nama Dewa seperti Brahmana dan Siwa.

Kesimpulan:
Ibu kota: Malang, Tumapel
Didirikan: 1222
Pemerintah: Monarki
Mata uang: Koin perak
Tanggal dibubarkan: 1292

Referensi:
http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/kerajaan-singasari.html
https://www.yuksinau.id/kerajaan-singasari/
https://www.romadecade.org/kerajaan-singasari/#!
https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Singasari

Post a Comment for "Kerajaan Singasari: Sumber Sejarah, Silsilah, Masa Berdiri Sampai Keruntuhan dan Peninggalan Lengkap"

Memuat...
loading...