Loading...

Struktur Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Bentuk, dan Contoh

Struktur Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Bentuk, dan Contoh

Struktur Sosial – kamu pasti pernah menjumpai perbedaan-perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan itu lahir dari struktur sosial atau pola-pola yang mengatur kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh sebab itu, kita pasti akan menemukan diferensiasi dan stratafikasi dalam struktur sosial. Selain itu, dalam struktur sosial terdapat dua konsep utama yang membedakan masyarakat berdasarkan hak dan kewajibannya.



Dua konsep utama itu adalah status dan peran. Status adalah seperangkan hak dan kewajiban individu atau kelompok yang menyebabkan ia memiliki kedudukan, misalnya status seorang sebagai dokter. Sedangkan peran merupakan seperangkat perilaku yang diharapkan berjalan selaras dengan status sosialnya, misalnya status sebagai dokter diharapkan berperilaku positif di masyarakat.

A. Pengertian Struktur Sosial

Struktur sosial secara umum bisa diartikan sebagai pola perilaku berulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyrakat.
Struktur sosial diambil dari kata “structum” yang berarti menyusun. Dari situ bisa ditarik pengertian bahwa struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan masyarakat, dimana di dalamnya terdapat hubungan timbal balik.

B. Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli

Selain pengertian secara umum, terdapat juga beberapa definisi struktur sosial menurut para sosiolog. Berikut kami pilihkan beberapa pendapat para ahli sosiolog mengenai struktur sosial.

a. Soerjono Soekanto (2002:68), berpendapat bahwa Struktur sosial diartikan sebagai hubungan timbal balik antar posisi sosial dan antarperan.

b. Hendropuspito (1989, dalam buku “sosiologi sistematik”), mendefinisikan bahwa struktur sosial adalah skema penempatan nilai-nilai sosial budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai dengan berfungsinya organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan dan demi kepentingan masing-masing.

c. E. R. Lanch, cita-cita tentang distribusi kekuasaan diantara individu dan kelompok sosial.

d. Raymond Flirth, berpendapat bahwa struktur sosial adalah pergaulan hidup manusia yang meliputi beragam tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi lembaga-lembaga dimana banyak orang mengambil bagian di dalamnya.

e. Coleman, berpendapat “pola hubungan antar manusia dan antar kelompok manusia”.

f. George Simmel, berpendapat “kumpulan individu serta pola perilakunya”.

g. George C. Homans, berpendapat “hal yang mempunyai hubungan erat dengan perilaku sosial dasar di dalam kehidupan sehari-hari”.

h. Kornblum, berpendapat bahwa struktur sosial adalah pola perilaku individu dan kelompok, yaitu perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat.

i. William Kornblum, berpendapat “susunan yang bisa terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku individu”.

C. Bentuk-Bentuk atau Klasifikasi Struktur Sosial

Klasifikasi struktur sosial merupakan pembagian struktur sosial berdasarkan sudut pandang tertentu. Bentuk-bentuk ini telah dibuat oleh para ahli sosiolog untuk dapat memahami dengan jelas pembagian dan jenis struktur sosial menjadi salah satu bagian dari disiplin ilmu sosiologi.

Dari sudut pandang perbedaan sosial, struktur sosial bibagi menjadi 2 kategori, yaitu staratifikasi sosial dan diferensiasi sosial.

1. Stratifikasi Sosial

Adalah tingkatan diantara masyarakat yang memiliki perbedaan nilai dan biasanya bisa dilihat dengan jelas perbedaan tingkatannya. Bisa dibilang bahwa stratifikasi sosial merupakan pebedaan vertikal yang memicu munculnya hierarki dan kelas-kelas sosial di masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan, perbedaan sosial ini ditentukan oleh suatu yang dihargai oleh masyarakat, seperti kekayaan, kekuasaan, keturunan, dan pendidikan.

Sedangkan menurut Pitrim Sorokin, stratifikasi sosial menjadi pembeda dalam masyarakat dan mengklasifikasikan masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial yang bersusun tingkat. Bentuk nyata dari stratifikasi sosial ini adalah pembagian kelas sosial atas, menengah, dan bawah.

Stratifikasi Sosial dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
  1. Stratifikasi Sosial Tertutup, merupakan startifikasi sosial yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan posisi atau terjadinya mobilitas sosial. Contoh stratifikasi sosial pada kasta, tidak mungkin Brahmana berpindah menjadi Sudra dan sebaliknya.
  2. Stratifikasi Sosial Terbuka, merupakan stratifikasi sosial yang memungkinkan terjadinya perpindahan posisi atau mobilitas sosial baik vertikal naik atau turun. Contohnya seorang buruh berpindah menjadi pengusaha atau sebaliknya pengusaha sukses yang bangkrut menjadi buruh.
  3. Stratifikasi Sosial Campuran, merupakan perpaduan antar stratifikasi terbuka dan tertutup yang memungkinkan adanya mobilitas sosial baik vetikal naik atau turun. Contohnya seorang buruh berubah menjadi pengusaha dan sebaliknya.

Selain itu, contoh nyata stratifikasi sosial di perkotaan yang kompleks, unsur pengelompokan stratifikasi juga sangat banyak dan rumit. Masyrakat perkotaan bisa di stratifikasi berdasarkan perbedaan kepemilikan ekonomi, pekerjaan, tingkat pendidikan, dan hak-hak istimewa seseorang.

Sedangkan pada masyarakat homogen seperti pedesaan tradisional, sistem penggolongan stratifikasi masih belum banyak diterapkan. Masyarakat pedesaan hanya dibedakan berdasarkan perbedaan usia, kekuasaan, dan senioritas.

Hal ini terjadi akibat pembagian peran di masyarakat homogen masih cenderung sedikit dan hampir seluruh masyarakat melakuka peran yang sama. Contohnya masyarakat desa sebagai nelayan atau masyarakat desa sebagai petani.

2. Diferensiasi Sosial

Adalah pengelompokkan masyarakat yang memiliki nilai setara. Menurut Soerjono Soekanto, diferensiasi sosial merupakan variasi pekerjaan, prestise, dan kekuasaan kelompok di dalam masyarakat yang dikaitkan dengan interaksi atau akibat umum dari proses interaksi sosial yang lainnya.

Bisa dikatakan bahwa diferensiasi adalah pembedaan masyarakat secara horizontal, sehingga tidak ada kelas sosial yang muncul akibat diferensiasi sosial. Diferensiasi sosial memiliki 3 buah ciri, yaitu ciri fisik, ciri budaya, dan ciri sosial.

Jenis-jenis diferensiasi sosial:
  • Diferensiasi ras dan etnisitas
  • Diferensiasi suku
  • Diferensiasi klan
  • Diferensiasi agama
  • Diferensiasi okupasi
  • Diferensasi primordial

D. Unsur Struktur Sosial

Menurut Charles P. Loomis, seorang sosiolog Amerika, struktur sosial dibentuk oleh 10 unsur penting, yaitu:
  1. Perasaan solidaritas dari anggota-anggota masyarakat.
  2. Cita-cita dan tujuan yang sama dari anggota masyarakat.
  3. Sarana atau alat-alat perlengkapan sistem sosial, seperti pranata sosial dan lembaga.
  4. Kedudukan dan peranan sosial yang mengarah kepada pola-pola perilaku masyarakat.
  5. Tingkatan dalam sistem sosial yang ditentukan oleh status dan peranan anggota masyarakat.
  6. Nilai dan norma sosial yang digunakan sebagai pedoman untuk anggota masyarakat dalam bertingkah laku.
  7. Pengetahuan dan keyakinan yang dianut oleh anggota masyarakat yang berfungsi sebagai alat analisis dari anggota masyarakat.
  8. Kekuasaan, dengan kemampuan memerintah anggota masyarakat yang memegang kekuasaan sehingga sistem sosial tetap berlanjut.
  9. Sistem sanksi yang berisi ganjaran dan hukuman dalam sistem sosial, sehingga norma tetap terpelihara.
  10. Sistem ketegangan, konflik, dan penyimpangan yang mendampingi adanya perbedaan kemampuan dan presepsi masyarakat.

E. Ciri-Ciri Struktur Sosial

Berikut ini beberapa ciri-ciri umum yang dimiliki struktur sosial:
  1. Memiliki sifat abstrak.
  2. Mengandung dimensi perbedaan sosial yang bersifat vertikal dan horizontal.
  3. Mencakup semua kebudayaan di dalam masyarakat.
  4. Struktur sosial selalu berkembang dan dapat berubah.
  5. Menjadi landasan setiap proses sosial di masyarakat.
  6. Meliputi semua hubungan sosial antara individu saat tertentu.
  7. Mengacu pada interaksi sosial yang pokok, yang dapat memberikan bentuk pada masyarakat.
  8. Realita sosial bersifat statis dan memiliki kerangka yang menciptakan suatu tatanan.

F. Fungsi Struktur Sosial

Berikut ini beberapa fungsi utama struktur sosial dalam kehidupan masyarakat, yaitu:
  1. Sebagai pengawas sosial.
  2. Sebagai ciri atau karakteristik dari suatu kelompok masyarakat.
  3. Sebagai rantai sistem yang menghubungkan setiap aspek dalam kehidupan agar lebih tertur.
  4. Sebagai dasar penanaman disiplin untuk setiap individu dalam satu kelompok masyarakat.
  5. Sebagai instrumen masyarakat yang bertindak sebagai penyelenggara dalam penataan kehidupan secara menyeluruh di setiap aspek kehidupan.
  6. Pembentuk keteraturan sosial di dalam masyarakat diatur sesui dengan kesepakatan yang berlaku.
  7. Mempermudah mencapai tujuan, tujuan bersama akan mudah dicapai jikalau ada komitmen bersama antar masyarakat.
  8. Menciptakan tatanan kehidupan, yang berjalan dengan baik akan menciptakan keharmonisan dan ketentraman dalam kehidupan masyarakat.

G. Proses Terjadinya Struktur Sosial

Tahapan yang berlangsung dalam perkembangan struktur sosial masyarakat menurut Selo Soemardjan. Dibagi menjadi tiga kategori, yaitu masyarakat sederhana, madya, dan modern.

1. Masyarakat Sederhana

ciri-ciri struktur sosial pada masyarakat sederhana adalah:
  • Adanya ikatan organisasi berdasarkan tradisi turun-temurun.
  • Adanya ikatan kekeluargaan yang sangat kuat.
  • Mengutamakan sistem gotong royong.
  • Menerapkan sistem hukum tidak tertulis.
  • Masih terdapat kepercayaan pada kekuatan gaib.
  • Hasil bumi tidak untuk dijual, tapi untuk kebutuhan pribadi.

2. Masyarakat Madya

ciri-ciri struktur sosial pada masyarakat madya adalah:
  • Ikatan kekeluargaan tidak seerat masyarakat sederhana.
  • Menerima keterbukaan terhadap pengaruh perubahan sosial.
  • Menerapkan hukum tertulis dan tidak tertulis.
  • Adanya pembentukan lembaga formal.
  • Adanya pemikiran rasional meskipun masih ada yang mempercayai kekuatan gaib.
  • Mulai mengenal sistem diferensiasi dan stratifikasi sosial.

3. Masyarakat Modern

ciri-ciri struktur sosial pada masyarakat modern adalah:
  • Ikatan sosial berdasarkan kepentingan pribadi.
  • Hubungan sosial bersifat keterbukaan.
  • Mengembangkan pola pikir yang positif.
  • Ilmu pengetahuan yang tinggi.
  • Menerapkan sistem hukum formal tertulis.
  • Membentuk sistem diferensiasi dan stratifikasi sosial.

H. Contoh Struktur Sosial

Berikut ini beberapa contoh struktur sosial yang dibedakan berdasarkan statusnya, yaitu:

1. Ascribed Status

ascribed status merupakan sebuah status yang diberikan kepada soseorang oleh masyarakat tanpa melihat karaktertistik atau bakat unik orang tersebut, tetapi didapat secara otomatis lewat keturunan.
Contoh: keturunan raja-raja, kasta.

2. Achived Status

achived status merupakan sebuah status yang didapatkan seseorang karena usahanya sendiri, mislanya dari bersekolah dan menciptakan sesuatu. Bisa dikatakan bahwa status ini diperoleh dari hasil perjuangan seseorang.
Contoh: guru, mahasiswa, dokter, hakim, dll.

3. Assigned Status

assigned status merupakan sebuah status yang dibeikan kepada seseorang yang sudah berjasa kepada masyarakat.
Contoh: peraih nobel, pahlawan, peraih gelar doktor HC, dll.

Demikianlah pembahsan mengenai struktur sosial di masyarakat. Walaupun terdapat perbedaan, kita harus tetap saling menghargai satu sama lain. Semoga artikel ini bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_sosial
https://blog.ruangguru.com/apa-itu-struktur-sosial-diferensiasi-sosial-dan-stratifikasi-sosial
https://www.yuksinau.id/struktur-sosial/#Contoh_struktur_sosial

0 Response to "Struktur Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Bentuk, dan Contoh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Memuat...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...