Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
loading...

Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri, Jenis, Bentuk, Faktor dan Contoh

Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri, Jenis, Bentuk, Faktor dan Contoh

Diferensiasi sosial – social difference merupakan pembagian kelompok-kelompok (golongan) di masyarakat yang biasanya memiliki nilai setara. Terdapat 3 ciri utama yang menandai terjadinya diferensiasi sosial, yaitu ciri fisik, ciri budaya, dan ciri sosial. Sedangkan berdasarkan pada jenisnya diferensiasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu diferensiasii tingkatan, fungsional, dan adat. Faktor utama penyebab perbedaan sosial ini adalah masyarakat yang majemuk. Salah satu contoh sederhana diferensiasi sosial adalah pembedaan berdasarkan jenis kelamin.



A. Pengertian Diferensiasi Sosial Secara Umum

Diferensiasi sosial adalah pembagian kelompok masyarakat secara horizontal yang biasanya memiliki nilai setara. Artinya pembagian kelompok ini masih memiliki derajat atau tingkatan yang sama.

Contohnya, membedakan masyarakat berdasarkan pada perbedaan ras, etnis, suku, bangsa, agama, pekerjaan, dan jenis kelamin. Semua memiliki derajat yang sama, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah antara satu dengan lainnya.

Karena pembedanya secara horizontal, maka pengelompokkan masyarakat ini sebetulnya tidak bertujuan untuk membentuk kelompok-kelompok yang lebih unggul dari kelompok lainnya. Namun sayangnya, masih saja ada kelompok yang merasa bahwa kelompoknya lebih unggul dari kelompok lain.

Contohnya saja, rasisme antara kulit hitam dan kulit putih. Si rambul gimbal dengan rambut lurus. Hal semacam ini tidaklah benar, kamu harus merubahnya.

B. Pengertian Diferensiasi Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa definisi social difference menurut para ahli (sosiolog), diantaranya.

1. Soerjono Soekanto, berpendapat bahwa diferensiasi sosial adalah variasi pekerjaan, prestise, dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat yang dikaitkan dengan interaksi atau akibat umum dari proses interaksi sosial yang lain.

Maksud dari pendapat tersebut adalah diferensiasi itu bisa menunjukkan keragaman yang dimiliki oleh suatu bangsa. Misalnya saja di Indonesia, ada banyak sekali keragaman yang bisa menjadi potensi dalam pembangunan. Mulai dari suku, adat-istiadat, bahasa, budaya, agama, dan lain sebagainya.

2. Porter, mendefinisikan diferensiasi sosial sebagai suatu pembeda antar masyarakat ke dalam golongan atau kelompok secara horizontal.

3. Kertajaya, berpendapat bahwa diferensiasi sosial adalah segala upaya yang dilakukan untuk membedakan diri dari pesaing lain baik dari segi konten (what to offer), konteks ( how to offer), dan infrastruktur (enabler).

C. Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial

Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk, pengelompokan masyarakat secara horizontal diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Kemajemukan sosial, yaitu pengelompokan masyarakat berdasarkan perbedaan ras, etnis, klan, dan agama yang disebut dengan.
  • Heterogenitas sosial, yaitu pengelompokkan masyarakat berdasarkan profesi dan jenis kelamin disebut dengan.

Kemajemukan sosial dapat ditandai dengan adanya perbedaan berdasarkan ciri-ciri fisik, ciri sosial, dan ciri budaya.

1. Ciri Fisik

Ciri fisik (fenotip kuantitatif) adalah ciri-ciri yang identik dengan sifat yang dibawa oleh ras tersebut. Misalnya bentuk dan warna rambut, postur tubuh, warna mata, dan lain sebagainya.

2. Ciri Budaya

Ciri budaya merupakan ciri-ciri yang berkaitan dengan adat istiadat ataupun kebudayaan yang berkembang di dalam masyarakat. Indonesia misalnya, memiliki banyak sistem budaya yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Seperti masyarakat Jawa, Bali, Sunda, Madura, Batak, Dayak, dan lain sebagainya.

Ciri budaya ini memiliki kaitan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat. pandangan hidup ini terikat dengan nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi, sistem kekeluargaan, keuletan, dan ketangguhan. Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat bisa terlihat dari pakaian, bahasa, kesenian, dan agama.

3. Ciri Sosial

Ciri sosial merupakan ciri-ciri yang behubungan dengan fungsi individu dalam bermasyarakat. Setiap individu di dalam masyarakat mempunyai tugas yang berbeda-beda berkaitan dengan profesi, pekerjaan, atau mata pencaharian.

Perbedaan pekerjaan ini menimbulkan adanya perbedaan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat. Oleh sebab itu, diferensiasi ini diikuti dengan adanya perbedaan peran, prestise, dan kekuasaan. Contohnya, pola perilaku seorang dokter berbeda dengan pola perilaku arsitek.

D. Jenis-Jenis Diferensiasi Sosial

Berdasarkan jenisnya, social difference dibedakan menjadi 3 jenis yaitu diferensiasi tingkatan (rank differentiation), diferensiasi fungsional (functional differentiation), dan diferensiasi adat (custom differentiation).

1. Diferensiasi Tingkatan (Rank Differentiation)

Jenis ini biasanya terjadi pada penyaluran barang atau jasa yang dibutuhkan di suatu daerah. Akibatnya barang atau jasa tersebut memiliki perbedaan harga. Perbedaan harga ini terjadi karena penyalurannya melewati berbagai tangan untuk sampai ditujuan.

2. Diferensiasi Fungsioanl (Functional Differentiation)

Jenis ini bisa dilihat pada suatu lembaga sosial. Dimana terjadi pembagian kerja yang berbeda-beda pada tiap individu yang menyebabkan setiap orang harus melaksanakan kewajiban sesuai dengan fungsinya.

3. Diferensiasi Adat (Custom Differentiation)

Jenis ini berhubungan dengan aturan atau norma yang mengikat di suatu masyarakat. tujuannya untuk mengatur ketertiban masyarakat. perbedaan-perbedaan sosial yang ada di masyarakat bukan menjadi sebuah konflik, tetapi akan memenuhi kedudukan yang ada sesuai dengan hak masing-masing di masyarakat tersebut.

E. Bentuk Diferensiasi Sosial

Terdapat 6 bentuk utama dari diferensiasi sosial, yaitu diferensiasi ras, diferensiasi suku bangsa, diferensiasi klan, diferensiasi agama, diferensiasi jenis kelamin, dan diferensiasi profesi. Mari sama-sama kita bahas satu per satu.

1. Diferensiasi Ras

Ras merupakan sekelompok orang yang memiliki bawaan ciri-ciri fisik yang sama. Secara umum, manusia dibedakan kedalam tiga kelompok ras utama, yaitu:
  • Ras mongoloid, yakni ras yang memiliki warna kulit kuning dan coklat. Misalnya orang Asia.
  • Ras Negroid, yakni ras yang memiliki warna kulit hitam. Misalnya orang Afrika.
  • Ras kaukasoid, yakni ras yang memiliki warna kulit putih. Misalnya orang Amerika.

2. Diferensiasi Suku Bangsa

Suku bangsa menurut KBBI adalah kesatuan sosial yang bisa dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan, terutama bahasa. Suku bangsa adalah hasil sistem kekerabatan yang lebih luas.

Di Indonesia sendiri banyak sekali suku bangsanya. Berdasarkan data dari wikipedia ada lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia. Lebih tepatnya menurut sensus BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2010 ada 1.340 suku bangsa di Indonesia.

3. Diferensiasi Klan

Menurut KBBI, Klan merupakan kelompok kekerabatan yang besar. Klan bisa di artikan sebagai kesatuan genealogis, religio magis, dan tradisi. Di Indonesia sendiri terdpat 2 bentuk klan utama, yakni klan atas dasar garis keturunan ibu dan klan atas garis keturunan ayah.
• Klan dari garis keturunan Ibu, disebut sebagai matrilineal dan banyak ditemukan pada masyarakat Minangkabau.
• Klan dari garis keturunan Ayah, disebut sebagai patrilineal dan bisa ditemukan pada masyarakat Batak.

4. Diferensiasi Agama

Bentuk diferensiasi agama dilandaskan pada agama yang terdapat pada negara itu sendiri. Misalnya Indonesia terdapat agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Selain 6 agama tersebut, ada pula kepercayaan-kepercayaan yang diyakini orang Indonesia, seperti Kaharingan, Parmalim, dan Kejawen.

Walaupun ada banyak perbedaan (diferensiasi), tetapi pada dasarnya kita tidak bisa menyatakan bahwa kepercayaan dan agama yang satu lebih baik dari yang lain. Saling hormat menghormati atas apa yang diyakini seseorang.

5. Diferensiasi Jenis Kelamin

Meskipun tidak pas diklasifikasikan atas dasar tingkatan, misalnya laki-laki pada jenjang atas dan perempuan pada jenjang bawah. Jenis kelamin ternyata dapat menentukan tingkatan seseorang, misalnya pada masyarakat patrilineal, laki-laki umumnya menduduku posisi lebih tinggi dari perempuan.

Meski demikian, saat sekarang ini ada beberapa pekerjaan yang dulu dianggap hanya boleh dilakukan oleh laki-laki, tetapi sekarang terbuka juga bagi perempuan. Contohnya pekerjaan di bidang politik dan bisnis.

6. Diferensiasi Profesi

Bentuk diferensiasi ini mengelompokkan masyarakat berdasarkan pada jenis pekerjaan atau profesinya. Perbedaan profesi ternyata dapat mempengaruhi perilaku sosial seseorang. Contohnya, perilaku seorang polisi akan berbeda dengan seorang guru saat keduanya melaksanakan pekerjaannya.

F. Faktor Diferensiasi Sosial

Di Indonesia sendiri banyak sekali perbedaan, makanya semboyan negara kita adalah “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya meski berbeda-beda tetap satu. Kita terdiri dari berbagai suku bangsa, etnis, agama, bahasa, kesenian, dan kedaerahan yang dianggap sebagai ciri atau karakteristik dalam kehidupan sosial.

Keanekaragaman ini menandakan masyarakat Indonesia memiliki sifat majemuk. Karakteristik masyarakat majemuk menurut pendapat Pierre L. Van den Berghe adalah:
  • Berlangsungnya segmentasi ke dalam beberapa bentuk kelompok sub kebudayaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
  • Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam beberapa lembaga yang sifatnya non-komplementer.
  • Kurangnya pengembangan konsensus atau kesepakatan antara para anggota terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar.
  • Relatif sering mengalami konflik antar kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
  • Integrasi sosial tumbuh berkembang di atas paksaan dan saling bergantung dalam bidang ekonomi.
  • Adanya dominasi politik dalam suatu kelompok terhadap kelompok yang lain.

Meskipun masyarakat Indonesia bersifat majemuk, tapi manusia pada dasarnya adalah mahluk yang memiliki kesamaan derajat.

Keanekaragaman yang ada di Indonesia tidak lepas dari faktor-faktor penyebab diferensiasi sosial itu sendiri. Berikut faktor-faktor tersebut:

1. Faktor Sejarah

Kita tidak bisa mengelakkan bahwa sejarah bangsa Indonesia pernah di jajah oleh bangsa barat, seperti Portugis, Spanoy, Inggris, dan Belanda. Sejarah panjang inilah yang mewarnai bangsa Indonesia memiliki banyak keragaman, baik dari segi agama, stratifikasi sosial, suku bangsa, budaya, bahasa, dan lain-lain.

2. Faktor Geografis

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak keragaman bentuk, baik daratan ataupun perairan. Kondisi ini membuat hubungan sosial makin erat antar aktivitas manusia yang ada di dalamnya.

Aktivitas masyarakat di satu daerah sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis, khususnya pada kondisi fisiknya. Kondisi fisik geografis ini diantaranya kondisi iklim, topografi, jenis dan kualitas tanah.

3. Faktor Agama

Agama merupakan faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap normal dan juga nilai. Hal ini karena setiap agama mempunyai pandangan dan ibadah yang berbeda-beda.

4. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan juga berperan dalam pembedaan nilai serta norma yang berlaku di setiap daerah.

5. Faktor Adat Istiadat

Faktor adat ini bersifat tidak universal, artinya tidak setiap individu bisa menerima nilai tersebut. Sehingga menyebabkan nilai antara satu daerah dengan daerah lainnya berbeda-beda.

6. Faktor Budaya

Tradisi atau kebiasaan di suatu daerah tentulah berbeda-beda, begitu juga dengan norma dan nilai yang ada di daerah tersebut. Hal ini menjadi faktor terjadinya diferensiasi budaya daerah satu dengan daerah lainnya.

7. Faktor Suku

Bebagai suku ada di Indonesia ini, diantaranya Jawa, Sunda, Betawi, Minang, dan lain-lain. Setiap suku memiliki nilai dan norma yang dipegangnya masing-masing.

G. Contoh Diferensiasi Sosial

Berikut ini beberapa contoh diferensiasi sosial yang ada di masyarakat, diantaranya:
  1. Kelompok yang suka bermain basket, ada juga kelompok yang suka bermain gitar.
  2. Orang yang bermata hitam, ada juga orang yang bermata cokelat.
  3. Ada yang berkulit putih, ada juga yang berkulit hitam.
  4. Ada laki-laki, dan ada juga perempuan.
  5. Ada suku sunda, ada pula suku minang.
  6. Ada yang berprofesi sebagai dokter ada pula yang berprofesi sebagai guru.
  7. Dan segala perbedaan yang ada.

Meskipun ada banyak sekali perbedaan di muka bumi ini, kita tetap tidak boleh mempermasalahkan hal tersebut. Karena perbedaan itulah kita bisa menjadi kuat dan terus berkembang dan melatih rasa toleransi kita. Diferensiasi sosial inilah yang membuat negara kita merdeka karena rasa saling memiliki dan rasa satu tujuan “Bhineka tunggal ika”.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian, ciri, jenis, bentuk, faktor dan contoh diferensiasi sosial. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan atau penjabaran, tolong beri tahu kami agar segera kami perbaiki. Semoga artikel ini bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_sosial#Diferensiasi_Sosial
https://blog.ruangguru.com/konsep-diferensiasi-sosial-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-jenis
https://blog.ruangguru.com/berkenalan-dengan-diferensiasi-sosial-dan-jenis-jenisnya

Post a Comment for "Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri, Jenis, Bentuk, Faktor dan Contoh"

Memuat...
loading...